Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Thursday, July 23, 2015

SEJARAH RINGKAS PEREBUTAN KEKUASAAN ATAS KOTA MEKAH DAN KA'BAH OLEH QUSHAY DARI KHUZA'AH

"SEJARAH RINGKAS PEREBUTAN KEKUASAAN ATAS KOTA MEKAH DAN KA'BAH OLEH QUSHAY DARI KHUZA'AH"

Oleh: Yoki Wahidin
Bandung, Juli 2015

Assalamu 'Alaikum, Wr, Wb... Sahabat Berbagi dan Bersilaturahmi, ada banyak faktor penunjang keberhasilan syiar islam dan dakwah Rasulullah SAW dalam menyempurnakan risalah islam serta melenyapkan kemusyrikan dan kejahiliyahan yang telah merajalela khususnya ditanah arab pada saat itu, salah satunya adalah karena beliau Rasulullah SAW adalah salah satu dari yang dihormati dan bernasab (bergaris keturunan) mulia serta terpandang di kalangan orang-orang Quraisy dan kota Mekah, tentunya sekarang didalam benak pembaca akan muncul sebuah pertanyaan dan keingin tahuan tentang "kenapa Rasulullah SAW dihormati dan kenapa nasab Rasulullah SAW dimuliakan serta terpandang dikalangan kaum Quraisy dan orang-orang Mekah pada saat itu...!!??" Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan diatas tersebut, mau tidak mau kita harus membuka dan menelusuri kembali "SEJARAH RINGKAS PEREBUTAN KEKUASAAN ATAS KOTA MEKAH DAN KA'BAH OLEH QUSHAY DARI KHUZA'AH" karena dengan melalui artikel singkat inilah insya Allah kita akan menemukan jawabannya, Baiklah.... Untuk menghemat waktu dan energi, hehe.... kita langsung saja menuju ke artikel singkat yang telah diberi judul "SEJARAH RINGKAS PEREBUTAN KEKUASAAN ATAS KOTA MEKAH DAN KA'BAH OLEH QUSHAY DARI KHUZA'AH".

Sahabat Berbagi dan Bersilaturahmi, Mekah pada zaman kuno terletak digaris lalu lintas perdagangan antara Yaman (Arabia Selatan) dan Syam dekat Laut Tengah. Kedua negara ini sejak zaman dahulu telah mencapai peradaban yang tinggi, kemajuan ekonomi serta dihubungkan oleh beberapa negeri-negeri kecil disekitarnya. Dipandang dari segi geografis Mekah hampir terletak ditengah-tengah Jazirah Arabia. Oleh karena itu kabilah-kabilah Arab dari segala penjuru tidaklah terlalu sulit untuk mencapai Mekah, demikian pula sebaliknya, untuk penduduk kota Mekah, tidaklah amat susah juga buat mereka bepergian ke negeri-negeri tetangganya seperti ke Syam, Hirah dan Yaman. Oleh karena itu  Tidaklah mengherankan, apabila semangat dagang berkembang pesat dikalangan penduduk Mekah, sehingga mayoritas penduduk Mekah saat itu berpropesi sebagai pedagang (berniaga).

Dalam kota Mekah itu terdapat rumah suci yang disebut Baitullah atau Ka’bah. Bangsa Arab pada umumnya memuliakan tempat suci ini, begitu pula dengan umat islam yang lainnya. Pembangunan Baitullah ini menurut sejarah Islam dilakukan oleh Nabi Ibrahim A.S bersama putranya Nabi Ismail A.S. Nabi Ismail A.S kemudian menikah dengan penduduk Mekah dari suku Jurhum yang berasal dari Yaman dan terus menetap dikota ini secara turun temurun. Keturunan Nabi Ismail A.S ini kemudian disebut Banu Ismail atau Adnaniyyun.

Pada waktu bendungan besar Ma’rib di Arabia Selatan pecah dan menimbulkan malapetaka yang besar pada penduduknya, maka kabilah-kabilah Arab Selatan ini berbondong-bondong meninggalkan daerahnya menuju kearah utara. Di antara mereka, ada satu rombongan kabilah yang dipimpin oleh Harits bin ‘Amir yang bergelar Khuza’ah, mereka berpindah menuju ke Mekah.

Setelah sekian lama mereka tinggal dan menetap di Mekah, mereka berhasil mengalahkan penduduk Mekah (suku Jurhum) dan kemudian menjadi penguasa atas Mekah dan Ka'bah secara turun temurun dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Dalam masa pemerintahan Khuza’ah inilah Banu Ismail atau Adnaniyyun berkembang biak dan berangsur-angsur mereka meninggalkan Mekah serta bertebaran kepelosok-pelosok jazirah Arab lainnya. yang masih tetap tinggal dikota Mekah dari Banu Ismail hanya suku Quraisy. Tapi mereka sama sekali tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun atas kota Mekah dan juga Ka’bah, padahal mereka adalah keturunan langsung dari Nabi Ismail A.S yang mempunyai hak dan kekuasaan atas Mekah dan Ka'bah.

Kira-kira pada abad 5M, seorang pemimpin kabilah Quraisy yang bernama Qushai berhasil merebut kekuasaan atas kota Mekah dan Ka'bah dari tangan kaum Khuza’ah, setelah berabad-abad lamanya Mekah dan Ka'bah dikuasai oleh kaum Khuza'ah. Kekuasaan yang direbutnya itu meliputi bidang pemerintahan dan keagamaan. Dengan demikian, Qushai menjadi pemimpin agama dan pemerintahan dikota Mekah pada saat itu.

Dibidang pemerintahan, Qushai meletakkan dasar-dasar demokrasi. Dia membagi-bagi kekuasaan antara pemimpin Quraisy supaya tidak menimbulkan perpecahan antar sesama pemimpin atau penguasa dikaum Quraisy, Untuk tempat bermusyawarah para pemimpin itu, dibangunnya balai permusyawaratan yang mereka namakan “Darunnadwah”. Ditempat inilah mereka membahas dan memecahkan segala persoalan yang timbul dalam masyarakat dan kota Mekah. Ketua dari balai ini pun Qushai sendiri.

Kekuasaan dan kepemimpinan Qushai atas kota Mekah ini mendapat dukungan dari segenap kabilah-kabilah Arab. Pada masa-masa selanjutnya, nampaklah pertumbuhan kota Mekah dengan organisasinya yang sederhana itu, lebih-lebih setelah kerajaan Himyariah di Arabia Selatan mulai runtuh kira-kira pada permulaan abad ke 6M. Kesadaran bahwa kepentingan kota Mekah harus lebih diutamakan dari kepentingan suku sendiri mulai tumbuh pada penduduk Mekah saat itu. Segala sengketa antara mereka selalu dapat diselesaikan secara damai. Mereka menghindari terjadinya pertumpahan darah di daerah kota Mekah, karena mereka beranggapan hal itu berarti akan menodai kesucian kota Mekah dan Baitullah, yang sudah mereka sucikan sejak berabad-abad lamanya. 

Selain dari pada itu, merekapun sangat mementingkan ketenteraman dan keamanan kota Mekah. Setiap tahun pada bulan-bulan haji, bangsa Arab dari segala penjuru, datang berkunjung ke Mekah untuk melaksanakan suatu kewajiban agama (menunaikan ibadah haji). Tidak sedikit keuntungan penduduk Mekah dari hasil kunjungan keagamaan ini. dan tentunya kunjungan itu akan berjalan lancar bilamana keadaan kota Mekah itu selalu aman dan tenteram serta kesuciannya selalu terpelihara. Pada saat itu kaum Quraisy lah yang diberi kepercayaan oleh bangsa Arab untuk menjaga kesucian dan keamanan kota Mekah dan Ka'bah ini.

Mengenai keagamaan, sejak Qushai berhasil menggulingkan kekuasaan orang-orang Khuza’ah, dialah yang memegang pimpinan agama. Bangsa Arab mengakui, bahwa hak pemeliharaan atas Ka’bah dalam kota Mekah itu ada pada keturunan Nabi Ismail A.S Karena itu, tindakan Qushai mengambil alih kekuasaan atas Ka’bah  dari orang-orang Khuza’ah segera dibenarkan dan diakui oleh bangsa-bangsa Arab, karena Qushai adalah keturunan dari Nabi Ismail A.S. Dengan demikian, dia pun berhak menjaga, membuka dan menutup pintu Ka’bah serta memimpin upacara keagamaan dirumah suci itu. 

Setelah Qushai meninggal dunia, pimpinan dilanjutkan oleh keturunannya, Lalu sekarang pertanyaannya, apa hubungannya Qushai dengan Nabi Muhammad SAW ??. Nabi Muhammad SAW adah nabi dan rasul yang terakhir diutus Allah SWT untuk menyempurnakan risalah islam, dan menjadi petunjuk jalan keselamatan, serta menjadi panutan seluruh alam semesta. Nasab dan silsilah keturunan beliau adalah: Muhammad bin Abdulah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ‘Adnan.bMengenai silsilah nasab Nabi Muhammad SAW setelah Adnan sampai ke Nabi Ibrahim A.S terdapat beberapa perbedaan pendapat di antara ulama sejarah islam, Adapun setelah Nabi Ibrahim A.S ke atas sampai ke Nabi Adam A.S, tidak terdapat dalil dan landasan yang bisa dijadikan pedoman. Yang pasti bahwa dari Nabi Ibrahim A.S sampai ke Nabi Adam A.S belum ditemukan nasab atau urutan silsilah yang pasti yang bisa terjamin kebenarannya.

Kakek Rasulullah Muhammad SAW adalah Abdul Muthalib, putra dari Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushai, jadi dilihat dari nasabnya ini, jelaslah bahwa Nabi Muhammad SAW adalah keturunan dari Qushai. Qushai adalah orang pertama yang berhasil menyatukan suku Quraisy dan mengembalikan kekuasaan atas Masjid Haram, Kota Mekah, dan Baitullah (Ka'bah) dari tangan kaum Khuza'ah. ketangan keturunan banu Ismail yang saat itu tersisa di Mekah yaitu Quraisy. Dia memiliki kedudukan yang tinggi dikalangan orang Quraisy, hingga mereka pernah berkata kepada Rasulullah Muhammad SAW setelah beliau diutus menjadi Nabi “Bangkitkan kembali Qushai dari kuburannya, karena dia adalah tokoh yang jujur dan selalu benar, kalau dia (Qushai) bersaksi atas kebenaran yang kamu bawa, maka kami pun akan menjadi pengikutmu".

Setelah Qushai meninggal, kemudian kepemimpinan digantikan oleh empat anaknya, dan anaknya yang paling menonjol ketokohannya di kalangan Quraisy adalah Abdul Manaf, dia juga yang memegang peranan untuk mengatur urusan pembagian air minum dari sumur Zam-zam.

Setelah Abdul Manaf meninggal kemudian dilanjutkan oleh anaknya Hasyim. Dialah yang paling pertama mempelopori perjalanan pada musim panas dan musim dingin. Dia dinamakan Hasyim karena dia yang menyiapkan roti untuk makanan para jama’ah haji, nama yang sesungguhnya adalah Amr.

Setelah Hasyim meninggal kemudian kepemimpinan dilanjutkan oleh Abdul Muththalib. Abdul Muthalib sangat mirip dengan kakeknya, Qushai dan Nabi Muhammad SAW berkata tentang silsilah keturunannya, “Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari garis keturunan Ismail, dan memilih Quraisy dari garis keturunan Kinanah, dan memilih dari garis keturunan Quraisy (Bani Hasyim) dan memilih saya dai Bani Hasyim" Kesaksian tentang suci dan mulianya garis keturunan Rasulullah Muhammad SAW diakui hingga oleh musuh-musuh Islam, diantaranya Raja Romawi Heraklius. Pada suatu hari Heraklius (Raja Romawi) bertanya kepada Abu Sufyan tentang garis keturunan Nabi Muhammad SAW. Abu Sufyan berkata,“Dia (Muhammad) memiliki silsilah garis keturunan yang sangat mulia di antara kami" Karena mulianya garis keturunan Nabi Muhammad SAW maka tidak pernah ditemukan adanya musuh Allah yang mencemooh garis nasab beliau, padahal mereka selalu mencari-cari jalan dan kesempatan untuk mengotori kredibilitas dan nama baik Rasulullah Muhammad SAW.

Sahabat Berbagi dan Bersilaturahmi dengan membaca artikel singkat ini jelaslah sekarang kita mengetahui siapa itu Rasulullah Muhammad SAW dengan melihat mulia dan terhormatnya nasab dan garis keturunan beliau. Mudah-mudahan artikel singkat ini bisa sedikit menambah wawasan keislaman serta kecintaan kita terhadap Rasulullah Muhammad SAW . Amiin....

Ane cukupkan sekian dulu postingan singkat ini, Semoga bermanfa'at, Mohon ma'af atas segala kesalahan dan kekeliruan yang terdapat dalam blog dan artikel ini, Tak lupa ane ucapkan Terimakasih yang sebanyak²nya atas waktu yang telah anda luangkan untuk mengunjungi dan memabaca artikel yang terdapat didalam blog ini, selalu Ane tunggu komentar, saran, dan masukannya dari semua sahabat (B&B) khususnya untuk kemajuan dan perbaikan blog ini. Terimakasih... Wassalamu 'alaikum Wr, Wb...

Monday, July 6, 2015

Kumpulan Muqadimah / Kata-kata Pembuka Ceramah, Pidato, atau Sambutan


Kumpulan Muqadimah / Kata-kata Pembuka 
Ceramah, Pidato, atau Sambutan
.................................
Oleh: Yoki Wahidin
 .................................


 Assalamu 'alaikum, Wr, Wb...

Sahabat Berbagi dan Bersilaturahmi
Ketika kita akan Ceramah, Pidato, atau memberikan Sambutan, Tentunya terlebih dahulu kita harus memberikan dulu MUQADIMAH atau Kata-kata Pembuka baik itu menggunakan bahasa arab, bahasa Indonesia, ataupun bahasa Daerah kita sendiri, Inti dari Muqadimah itu sendiri adalah do'a dan Pembuka dari apa yang akan kita kerjakan atau kita bicarakan, insya Allah dalam Postingan ane kali ini, ane akan sedikit berbagi Muqadimah singkat yang telah ane kumpulkan dari beberapa blog sahabat ane dan beberapa teman ane yang lebih ahli dalam perangkaian kata-kata, hehehehe......

Baiklah untuk mempersingkat waktu dan quota hehehehe...., Berikut ini adalah Kumpulan Muqadimah singkat untuk ceramah, Pidato, Sambutan, Dan lain-lain....


.....................................................................................................................



اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليقينِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِين، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِن، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah, Al-Malik Al-Haqq, Al-Mubin, yang telah memberikan kita iman dan keyakinan. Ya Allah, limpahkan shalawat pada pemimpin kami Muhammad SAW, Yang menjadi penutup para Nabi dan Rasul, dan begitu pula pada keluarganya, kepada para sahabat – sahabat nya, dan yang mengikuti mereka dengan penuh ihsan hingga hari kiamat.
.....................................................................................................................

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung hanya kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga do’a dan keselamatan selalu tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, Para sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.
.....................................................................................................................

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛

Segala puji hanya bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan  Maha Melihat hamba-hambanya, Maha suci Allah, Dia-lah yang menciptakan bintang-bintang di langit, dan dijadikan padanya penerang dan Bulan yang bercahaya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, yang diutus dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam bagi nya (Nabi Muhammad SAW) dan keluarganya, yaitu doa dan keselamatan yang berlimpah.
.....................................................................................................................


اَلْحَمْدُ ِللهِ الْعَزِيْزِ الْغَفُوْرِ، اَلَّذِيْ جَعَلَ فِي اْلإِسْلاَمِ الْحَنِيْفِ الْهُدَي وَالنُّوْرِ، اَللَّهُمَّ صَلِّيْ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمَرْسَلِيْنَ وَعَلَي آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ أَجْمَعِيْنَ.
 أَمَّا بَعْدُ.

Segala puji hanya bagi Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, yang menjadikan petunjuk dan cahaya dalam Islam yang lurus, Ya Allah sampaikanlah doa keselamatan atas pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, Yang menjadi penutup para nabi dan rasul, dan juga atas keluarganya yang mulia dan para sahabat pilihan semuanya.
.....................................................................................................................


اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:

Segala puji hanya bagi Allah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama, walaupun orang musyrik  menyebar kebencian. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah … semoga keselamatan terlimpah atas Muhammad SAW, beserta keluarganya, dan para sahabat semua.
.....................................................................................................................


الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

Segala puji hanya bagi Allah, teriring doa dan keselamatan semoga terlimpah atas Nabi dan Rasul termulia Muhammad SAW, juga  atas keluarga dan para sahabat nya, serta kepada yang mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat.
.....................................................................................................................


الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan anugerah iman dan Islam kepada kita.  Kita panjatkan doa dan keselamatan atas makhluk terbaik, pemimpin kita tercinta Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarganya dan para sahabat semuanya.
.....................................................................................................................


الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، وَبَعْدُ:

Segala puji hanya bagi Allah, kepada-Nya kita meminta pertolongan atas urusan-urusan duniawi dan agama, teriring doa serta keselamatan semoga tercurah atas Rasul yang termulia, yaitu Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat, para tabi’in, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
.....................................................................................................................


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، فَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَحَذَّرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ اَلْوَاحِدُ الْقَهَّاُر، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلأَبْرَارِ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ وَالنُّشُوْرِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang banyak sebagaimana Ia perintahkan,  maka berhentilah kalian semua dari apa-apa yang telah  Dia larang dan peringatkan.  Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Kuasa lagi Perkasa,  dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, pemimpin orang-orang sholih. Semoga shalawat Allah dan salam Allah senantiasa tercurah atasnya, dan keluarganya, juga para  sahabat dan siapasaja yang mengikuti petunjuknya sampai hari kiamat.
.....................................................................................................................


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ

Segala puji hanya bagi Allah, yang memerintahkan kita untuk berpegang teguh dengan tali Allah, Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah saja tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, yang tidak ada nabi setelah beliau. Ya Allah, berkahilah Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, para sahabat dan yang mengikuti petunjuknya.
.....................................................................................................................


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

Segala puji hanya bagi Allah, yang memerintahkan kita untuk bersatu dan berpegang teguh kepada tali agama Allah yang kokoh.. Ya Allah, limpahkan doa dan keselamatan atas  Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, dan para sahabatnya semua.
.....................................................................................................................


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِالْمَعْرِفَةِ فَاطْمَأَنَّتْ قُلُوْبُهُمْ بِالتَّوْحِيْدِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِلَى يَوْمِ الْمَوْعُوْدِ. . أَمَّا بَعْدُ

Segala puji hanya bagi Allah yang telah menerangi hati orang-orang yang beriman dengan ma’rifah, lalu hati mereka menjadi tenang dengan tauhid. Ya Allah, semoga berkah dan keselamatan tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, dan para sahabatnya yang beriman dan mengerjakan amal saleh, hingga  hari yang dijanjikan kelak.
.....................................................................................................................


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ، اَلنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah saja dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah doa, keselamatan dan berkah atas Nabi Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu, seorang Nabi yang ummi, juga kepada  keluarganya dan sahabat - sahabatnya semuanya.
.....................................................................................................................


اَلْحَمْدُ لله  الَّذِيْ أَعَزَّنَا باِلْإِيمَانِ بِهِ، وَهَدَاناَ إِلَى عَظِيمِ شَرِيْعَتِهِ، وَأَسْعَدَنَا بِاتِّبَاعِ أَفْضَلِ رُسُلِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، فيِ أُلُوهِيَّتِهِ وَرُبُوْبِيَّتِهِ وَأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ، وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين وَبَعْد،

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memuliakan kita dengan iman, dan memberi petunjuk pada kita menuju keagungan syariat-Nya, memberikan kebahagiaan kepada kita dengan mengikuti Rasul-Nya yang termulia.  Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, sendirian tanpa sekutu bagi-Nya, baik dalam rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, maupun nama dan sifat-Nya, begitu pula kepada keluarganya, dan para sahabat seluruhnya.
.....................................................................................................................


الحمد لله الذي تَخْضَعُ لعَظَمَتِهِ السَماواتُ والأَرْضُوْنَ ، اَللَّهُمَّ صَلِّيْ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمَرْسَلِيْنَ وَعَلَي آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

Segala puji hanya bagi Allah yang langit dan bumi-bumi tunduk karena keagungan-Nya, Ya Allah limpahkanlah berkah dan keselamatan atas  Nabi Nabi Muhammad SAW, Yang menjadi penutup para Nabi dan Rasul, dan juga atas keluarga beliau dan para sahabat yang terbaik  dan kepada yang mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat.
.....................................................................................................................


الحمد لله المحمودِ في كل أوان، المعبودِ بحقٍّ في كل الزمان، الذي يَخْضَعُ لعَظَمَتِهِ الأملاكُ والإنسُ والجانُّ، اللهم صلي علي سيدنا محمّدِنِ المختار وعلي آله وأصحابه الأخيار، ومن تبعهم بإحسان الي يوم الدين مَا شَعَّتِ الأنوارُ ، وَمَا غَرَّدَتِ الأطْيار.
 أَمَّا بَعْدُ

Segala puji hanya bagi Allah yang terpuji dalam setiap waktu,  yang berhak disembah dalam segala zaman, yang malaikat, manusia dan jin tunduk pada keagungan-Nya. Ya Allah  limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Muhammad SAW, Nabi yang terpilih, dan beserta keluarganya dan para sahabatnya yang terbaik, dan kepada siapa saja yang mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat , dimana tidak ada lagi sinar cahaya dan kicauan burung-burung

.....................................................................................................................

الحمد لله الذي أَنْعَمَ عَلَيْنَا وَهَدَانَا إِلَى دِينِ الأِ سْلاَمِ وَ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا وَرَحْمَةً لِلنَّاسِ وَاشْكُرُونِعْمَةَ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُون وَ لَعَلّكُمْ تَتَّقُون. الَلّهُمّ صَلّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِْدِ المُرْسَلِينَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada kita, dan menuntun kita pada agama Islam,  dan menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang penuh barokah dan rahmah bagi manusia. Dan bersyukurlah atas nikmat Allah, kepada-Nya lah engkau beribadah dan supaya engkau beruntung. Ya Allah, semoga do’a, keselamatan dan keberkahan senantuasa tercurah limpahkan kepada pemimpin para utusan Nabi Muhammad SAW, dan juga kepada keluarganya, dan para sahabatnya semuanya.

.....................................................................................................................

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الأزْمَانِ وَالآنَاءِ، فَلا ابْتِدَاءَ لوجوده ولا انتهاءَ، يستوي بعلمه السرُّ والخفاءُ، اَللَّهُمَّ صَلِّيْ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمَرْسَلِيْنَ وَعَلَي آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan segala tempat dan segala zaman, tidak ada awal dari wujud-Nya ataupun akhir keberadaan-Nya, dengan ilmu-Nya sama baginya hal yang rahasia dan tersembunyi. Ya Allah limpahkan berkah dan keselamatan pada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW yang menjadi penutup para Nabi dan Rasul, beserta keluarganya, dan para sahabat yang terbaik seluruhnya.


.....................................................................................................................

Ane cukupkan sekian dulu postingan singkat Tentang Kumpulan Muqadimah / Kata-kata Pembuka Ceramah, Pidato, atau Sambutan ini, Semoga bermanfa'at, Mohon ma'af atas segala kesalahan, kekeliruan dan keterbatasan didalam blog ini, Tak lupa ane ucapkan Terimakasih yang sebanyak² nya atas waktu yang telah anda luangkan untuk mengunjungi dan memabaca artikel yang terdapat didalam blog ini, Selalu Ane tunggu komentar, saran, dan masukannya untuk kemajuan dan perbaikan blog ini. 
Wassalamu 'alaikum Wr, Wb... 

 Untuk melihat Daftar isi dan Postingan lainnya KLIK DISINI 
Kembali Ke Halaman Utama KLIK DISINI

Maju, Naik, dan Melangkah lah...

 "Maju, Naik, & Melangkah lah...."
...................................................
Oleh: Yoki Wahidin
...................................................

Assalamu 'alaikum Wr, Wb...

Selamat malam Sahabat Berbagi dan Bersilaturahmi (B&B)

Ada sebuah pepatah lama mengatakan:

Majulah tanpa harus merugikan orang lain,
Naiklah setinggi - tingginya tanpa harus menjatuhkan hidup orang lain, dan Melangkahlah dengan penuh keyakinan didalam diri tanpa harus iri hati dan membenci kehidupan orang lain.

Ane cukupkan sekian dulu postingan singkat ini, Semoga bermanfa'at, Mohon ma'af atas segala kesalahan, kekeliruan, dan keterbatasan yang terdapat didalam blog ini, Tak lupa ane ucapkan Terimakasih yang sebanyak² nya atas waktu yang telah anda luangkan untuk mengunjungi dan memabaca artikel yang terdapat didalam blog ini, selalu Ane tunggu komentar, saran, dan masukannya untuk kemajuan dan perbaikan blog ini.

Wassalamu 'alaikum Wr, Wb...


Untuk melihat Daftar isi dan Postingan lainnya KLIK DISINI

Kembali Ke Halaman Utama KLIK DISINI


Bandung, Arsip Juni 2015

Tuesday, June 16, 2015

Marhaban Ya Ramadhan "Taqobalallahu minna waminkum, Shiyamana washiyamakum, Waja'alanallahu minal 'aidin walfaizin"


تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَااللّهُ مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين
 
Taqobalallahu minna waminkum,
Shiyamana washiyamakum,
waja'alanallahu minal 'aidin walfaizin

"Semoga Allah menerima amal ibadah kita, dan semoga Allah menjadikan kita termasuk dari orang² yang kembali dari perjuangan ramadhan sebagai orang yang menang"
Amin Ya Robbal 'alamin..., 

Lihat daftar postingan B&B lainnya KLIK DISINI
 
Kembali ke Halaman Utama KLIK  DISINI

Monday, June 15, 2015

Ucapan Sambut Ramadhan - Marhaban Ya Ramadhan


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه بِسْمِ اَللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ مَرْحَبًا يَا رَمَضَانَ

  Marhaban Ya Ramadhan...

Bulan suci Ramadhan sudah didepan mata,
Bulan yang penuh berkah, Bulan yang penuh Rahmat dan Ampunan...

Semua insan tidak pernah luput dari kesalahan, Kekhilapan dan dosa². Termasuk saya pribadi sebagai orang yang dipenuhi dengan banyak kekurangan dan keterbatasan...

Sahabat sekalian yang saya hormati, Sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Allah SWT Mari kita sambut bulan yang penuh kemuliaan ini dengan hati ikhlash, bersih, dan saling mema'afkan...

Hari terus berganti, Minggu pun terus berlalu, Tanpa terasa waktu pun berjalan begitu cepat, Segudang aktifitas menguras tenaga, Setumpuk kesibukan menyita pikiran kita, Hingga... Tanpa tersadari, dalam hitungan beberapa puluh jam lagi saja kita akan menyongsong fajar suci dibulan Ramadhan, Kita akan masuki bulan Mulia yang penuh dengan Berkah, Rahmat, dan Ampunan...

Sebelum cahaya padam, Sebelum hidup berakhir, Sebelum pintu taubat tertutup, Sebelum Ramadhan dimasuki, Sebelum ibadah² dibulan suci dijalani, Dengan segala kerendahan hati, Saya pribadi dan Keluarga 
"MOHON MA'AF YANG SEBESAR² NYA" 
atas segala Dosa, Kesalahan, dan Kekhilafan yang pernah saya lakukan selama ini


تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَااللّهُ مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين


''Taqobalallahu minna waminkum, Shiyamana washiyamakum, waja'alanallahu minal 'aidin walfaizin''

Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita, dan semoga Allah menjadikan kita termasuk dari orang² yang kembali dari perjuangan ramadhan sebagai orang yang menang, Amin Ya Robbal 'alamin... Ane cukupkan sekian dulu postingan singkat ini, Semoga bermanfa'at, Mohon ma'af atas segala kesalahan, kekeliruan dan keterbatasan didalam blog ini, Tak lupa ane ucapkan Terimakasih yang sebanyak² nya atas waktu yang telah anda luangkan untuk mengunjungi dan memabaca artikel yang terdapat didalam blog ini, Selalu Ane tunggu komentar, saran, dan masukannya untuk kemajuan dan perbaikan blog ini. 
Wassalamu 'alaikum Wr, Wb...


وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Lihat daftar postingan B&B lainnya KLIK DISINI
Kembali ke Halaman Utama KLIK  DISINI
 

Tuesday, June 2, 2015

Sambut bulan Ramadhan yang penuh dengan Rahmat, Berkah, dan Ampunan


Sambut indahnya bulan Ramadhan yang penuh dengan Rahmat, Berkah, dan Ampunan.
Sucikan Hati, Bersihkan diri, Sambut indahnya Ramadhan bulan yang penuh Rahmat, berkah, dan Ampunan 
" mohon maaf yang sebesar² nya atas segala kekhilapan dan kesalahan yang pernah dilakukan...". 

Friday, January 9, 2015

Silsilah Khulafaur Rasyidin dan Hubungannya dengan Rasulullah Muhammad SAW


Silsilah Keturunan Sahabat Nabi (Khulafaur Rasyidin) dan hubungannya dengan Rasulullah Muhammad SAW

Assalamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh. Sahabat Berbagi dan Bersilaturahmi (B&B) yang selalu Ane hormati, setelah beberapa waktu yang lalu Ane memposting tentang Sejarah Ringkas Nabi Muhammad SAW dan Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Khulafaur Rasyidin, insya Alloh pada kesempatan ini Ane akan berbagi informasi mengenai Silsilah Khulafaur Rasyidin dan hubungannya dengan Silsilah Rasulullah Muhammad SAW.

Saturday, December 27, 2014

Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Ali Bin Abi Thalib


Assalamu 'alaikum, Wr, Wb...,

Selamat datang semuanya di Blog Berbagi dan Bersilaturahmi (B&B) www.yokiwahidin.blogspot.com sebelumnya ane ucapkan terimakasih yg sebanyak - banyaknya kepada siapa saja yg telah menyempatkan waktunya untuk mampir atau berkunjung ke blog sederhana ini, Salam kenal dari Ane "Yoki Wahidin" Admin di Blog ini, Semoga Blog ini bermanfaat khususnya buat Ane Pribadi umumnya buat semua sahabat "Berbagi dan Bersilaturahmi" dimanapun anda berada, Amin Ya Robbal 'alamin...,

Sahabat B&B yg berbahagia, Setelah beberapa hari yg lalu Ane memposting tentang sejarah Ringkas Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A, Umar Bin Khattab R.A, dan Utsman Bin Affan R.A, Insya Alloh pada kesempatan kali ini Ane akan lanjutkan dengan memposting sejarah Ringkas Ali Bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah Untuk melengkapi Sejarah Ringkas Sahabat Kulfaur Rasyidin, yg insya Alloh artikel ini pun akan digunakan sebagai bahan materi makalah pada "Pesantren Kilat Liburan Ikatan Santri Madrasah Al-Amanah (ISMA) Masjid Agung Buahbatu Kota Bandung" yg dilaksanakan dari tgl 29 Desember 2014 s.d 4 januari 2015. Baiklah Sahabat B&B untuk menghemat energi dan biaya hehehehe....... Kita langsung saja menuju kepada artikelnya, Artikel ini Ane beri judul "Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Ali Bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah" Semoga bermanfaat dan mohon Maaf yg sebesar besarnya bila dalam artikel ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, maklum Ane juga masih dalam tahap belajar, hehehe...... (Admin: Yoki Wahidin)


......................................................


"Sekilas Tentang Ali Bin Abi Thalib"

Ali Bin Abi Thalib lahir sekitar 13 Rajab 581M, Dua belas tahun lebih muda dari Rasulullah SAW, Nama lengkap beliau adalah Ali bin Abi Thalib, bin Abdi Manaf, bin Abdul Muththalib, bin Hasyim, bin Abdi Manaf, bin Qushay, bin Kilab, bin Murrah, bin Ka'ab, bin Luay, bin Ghalib, bin Fihr, bin Malik, bin An-Nadhar, bin Kinanah, Abul Hasan. Beliau adalah keponakan sekaligus menantu Rasulullah SAW (Suami dari puteri Puteri Rasulullah SAW yg bernama Fathimah az-Zahra). Ibu Ali bin Abi Thalib adalah Fathimah, binti Asad, bin Hasyim, bin Abdi Manaf, bin Qushay. Ali bin Abi Thalib memiliki beberapa orang saudara laki-laki yaitu: Thalib, Aqiel dan Ja'far. Mereka semua lebih tua dari Ali bin Abi Thalib, Masing-masing terpaut sepuluh tahun. Ali bin Abi Thalib memiliki dua orang saudara perempuan yaitu: Ummu Hani' dan Jumanah. Keduanya adalah puteri Fathimah binti Asad, Ayah beliau (Abu Thalib) adalah paman kandung yang sangat menyayangi Rasulullah SAW namun Abi Thalib tidak beriman kepada Rasulullah SAW Bahkan mati dalam keadaan belum masuk islam, Ali bin Abi Thalib adalah termasuk kepada sahabat Asabiqunal Awwalun dan Khulafaur Rasyidun.

Menurut ahli sejarah islam, meriwayatkan bahwa Ali Bin Abi Thalib merupakan bocah (Anak Kecil) yang pertama kali masuk Islam, sebagaimana halnya dengan Siti Khadijah (Istri Rasulullah SAW yg pertama) adalah wanita yang pertama kali masuk Islam, Zaid bin Haritsah adalah budak yang pertama kali masuk Islam, Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah lelaki merdeka yang pertama kali masuk Islam. Ali bin Abi Thalib Memeluk Islam dalam usia sangat muda (Masih bocah) disebabkan karena beliau berada di bawah tanggungan / asuhan Rasulullah SAW, Yaitu pada saat penduduk Mekah tertimpa masa paceklik dan kelaparan, Rasulullah SAW mengambil beliau dari ayahnya dan merawatnya. Dan dari mulai saat itulah Ali bin Abi Thalib hidup bersama Rasulullah SAW. Ketika Allah SWT mengutus beliau (Muhammad SAW) menjadi seorang Rasul yg membawa kebenaran, Siti Khadijah serta yg tinggal satu rumah dengan Rasulullah SAW, termasuk di dalamnya adalah Ali bin Abi Thalib, segera memeluk Islam. Setelah itu masuk islamlah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan sahabat yg lainnya.

Disebabkan karena Ali bin Abi Thalib sudah hidup dari kecil bersama Rasulullah SAW, jadi tidak heran jika beliau memiliki kepribadian baik dan berakhlak yang mulia, karena sejak kecil Ali bin Abi Thalib sangat dekat dan diperhatikan sekali perkembangannya oleh Rasulullah SAW. Ali bin Abi Thalib adalah orang shaleh, Adil dalam segala hal, tegas dalam segala urusan, Ahli dalam bidang kemiliteran dan mampu menggunakan alat-alat perang terutama dalam menggunakan pedang. Karena kepandaiannya itu sehingga banyak orang-orang kafir Quraisy yang mati di ujung pedangnya dalam peperangan. Ketika Utsman bin Affan menjadi Khalifah menggantikan Khalifah Umar bin Khattab. Ali bin Abi Thalib pun menyetujuinya,
Kematian Khalifah Utsman bin Affan ditangan pemberontak membuat pusat pemerintahan Islam di Madinah tidak menentu dan suasana pada saat itu menjadi resah, disamping itu para pemberontak masih bebas berkeliaran baik itu pemberontak dari Mesir, Kuffah, ataupun dari Basrah. Dalam keadaan seperti ini penduduk Madinah pada saat itu terbagi menjadi beberapa golongan diantaranya:


  1. Golongan pemberontak yang menobatkan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah menggantikan Utsman bin Affan, Beberapa sahabat pun terpaksa ikut mendukung karena takut kepada ancaman dan kekejaman para pemberontak itu, seperti Talhah dan Zubeir.
  2. Golongan yang menuntut balas atas kematian Utsman bin Affan yaitu dari keluarga Umayyah yang dipimpin oleh Gubernur Syam (Irak).
  3. Golongan yang menentang pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah ke empat menggantikan Khalifah Umar bin Khattab, karena belum disetujui sepenuhnya oleh umat Islam secara utuh. 
  4.  

  ''Keutamaan Ali Bin Abi Thalib''

Ali bin Abi Thalib adalah sahabat yg terkenal sebagai salah satu sahabat pemberani, hingga Rasulullah SAW menugaskan beliau untuk tidur di rumah Rasulullah SAW, saat Rasulullah SAW akan berangkat hijrah ke Madinah, di tengah kepungan pemuda-pemuda Quraisy yang pada saat itu telah siap dengan pedang-pedang tajam semangat yg tinggi untuk membunuh Rasulullah SAW. Pada bulan Ramadhan, tahun ke 2 Hijriyah, Ali bin Abi Thalib ditugaskan membawa panji perang Badar, sebuah peperangan dahsyat yang telah mengukir kejayaan Islam. Pada tahun 7 Hijriyah, Rasulullah SAW kembali memberi kepercayaan kepada Ali bin Thalib untuk kembali memegang bendera perang Khaibar.

Ali bin Abi Thalib adalah sosok yang masyhur dalam kefasihan dan ketajaman bicara, hingga Rasulullah SAW memercayainya untuk menyampaikan ayat-ayat Al-Qur'an dari awal surat Al-Bara'ah (At-Taubah) kepada orang-orang kafir Quraisy di musim haji tahun 9H. Ali bin Abi Thalib selalu menyertai Rasulullah SAW dalam semua peperangan, kecuali pada saat perang Tabuk (Ali bin Abi Thalib tidak mengikutinya) karena Rasulullah SAW memberi kepercayaan kepadanya untuk menggantikan posisi Rasulullah SAW di Madinah, suatu amanah yang besar tentunya karena harus mempertanggung jawabkan Madinah ketika ditinggalkan Rasulullah SAW mengikuti perang Tabuk, Sempat Ali bin Abi Thalib merasa bersedih karena tidak bisa menyertai Rasulullah SAW berperang, Tapi beliau tetap tunduk dan Patuh terhadap perintah Rasulullah SAW sebagai pemimpinnya.

Sebenarnya masih banyak lagi keutamaan dari Ali bin Thalib, tapi disini Ane hanya menulis sebagian kecil dan diantaranya saja dari keutamaan-keutamaan Ali bin Abi Thalib yg bisa tertuliskan dalam artikel ini .


"Detik-detik akhir masa kepemimpinan Ali Bin Thalib"

Peperangan besar (Nahrawan) antara Ali bin Abi Thalib dan firqah Khawarij yg terjadi pada sekitar tahun 39H, Menyisakan api dendam, fitnah dan bara kebencian di dalam dada para khawarij (Khawarij adalah kelompok yg awalnya mendukung namun akhirnya memberontak) Dalam peperangan besar ini, Ali bin Abi Thalib menumpas habis sebagian besar Khawarij. Sesuai dengan perintah Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib berkata di hari ketika terjadinya perang Nahrawan "Aku diperintah oleh Rasulullah SAW untuk memerangi Al-Mariqin (orang-orang yang keluar), dan mereka itu adalah Al-Mariqin."

Sisa-sisa para Khawarij yang berhasil melarikan diri dari perang Nahrawan lari dengan membawa kebencian yg sangat dalam kepada Ali bin Abi Thalib dan islam, hingga kemudian mereka melakukan suatu pertemuan rahasia untuk merencakan pembunuhan terhadap Ali Bin Abi Thalib.

Demikianlah ketentuan Allah SWT atas hamba-Nya yang beriman. Allah SWT menetapkan cobaan sesuai kadar keimanan hambanya. Allah SWT akan menjadikan wafatnya 'Ali bin Abi Thalib sebagai musibah yang mengangkat beliau kepada derajat tinggi dan mulia di sisi Allah SWT. Sebenarnya Jauh-jauh hari sebelum peristiwa pembunuhan Ali bin Abi Thalib terjadi. Rasulullah SAW telah mengabarkan kepada Ali bin Abi Thalib tentang musibah yang akan menimpanya kelak. Beliau (Rasulullah SAW) telah bersabda: "Orang yang paling binasa dari umat terdahulu adalah penyembelih unta (dari kaum Nabi Shalih), Dan manusia yang paling celaka dari umat ini adalah orang yang membunuhmu, Wahai Ali," Seraya Rasulullah SAW menunjuk kening Ali Bin Abi Thalib, letak dari anggota tubuh Ali Bin Abi Thalib yg akan terkena tebasan pedang pembunuhnya nanti (Haditsini diriwayatkan Ibnu Sa'd dalam "Ath-Thabaqatul Kubra" (3/35) dengan sanad mursal, akan tetapi memiliki syawahid (penguat-penguat) dari hadits lain. Hadits di atas ini adalah kabar akan kewafatannya 'Ali bin Abi Thalib dalam keadaan syahid, sekaligus sebagai hukum kesesatan bagi mereka yang telah membunuh Ali bin Abi Thalib.


"Rencana Pembunuhan Khalifah Ali Bin Abi Thalib"

Kesesatan dan kegelapan telah menutupi hati para Khawarij hingga mereka sudah tidak bisa lagi membedakan kebenaran dan kesesatan, Sehingga mereka menganggap Ali Bin Abi Thalib pantas dibunuh hanya karena kebencian dan balas dendam mereka terhadap islam dan Ali bin Abi Thalib.

Pada saat itu ada tiga orang Khawarij, yaitu Abdurrahman bin Muljam Al-Muradi, Al-Burak bin Abdillah At-Tamimi dan 'Amr bin Bukair at-Tamimi, mereka berkumpul di Mekah, membuat kesepatakan bersama dan bertekad bulat untuk membunuh tiga shahabat mulia Rasulullah SAW, yaitu: Ali bin Abi Thalib, Mu'awiyah bin Abi Sufyan, dan 'Amr bin Al-Ash.

Demikianlah apabila hati telah mengeras dan hidayah Allah SWT telah dijauhkan dari seorang manusia. Mereka merencanakan untuk membunuh ketiga sahabat mulia ini hanya karena dendam terhadap islam dan Ali bin Abi Thalib, Rencana busuk itupun mereka mulai, Segala jalan akan mereka tempuh untuk menyingkirkan dan melenyapkan sahabat - sahabat mulia yang mereka benci ini. Kesepakatan dalam pertemuan rahasia tersebut adalah, Abdurahman bin Muljam bertugas untuk membunuh Ali bin Abi Thalib, Al-Buraq bertugas membunuh Mu'awiyah, dan 'Amr bin Bukair bertugas membunuh 'Amr ibnul 'Ash.
Demikianlah pembicaraan dan kesepakatan mereka pada saat itu.

Kekejian telah mereka sepakati, tekad bulat dan sesat telah mereka tetapkan, dan mereka semua telah berjanji untuk tidak saling mengkhianati dalam misi pembunuhan sahabat-sahabat ini sampai berhasil membunuhnya, atau harus terbunuh dalam menunaikan misi keji ini. Hati mereka telah terkunci, akal sehat mereka telah diliputi kesesatan yg sangat nyata dan syetan pun telah menguasai hati mereka. Kemudian pergilah mereka bertiga melangkahkan kaki menuju negeri kediaman tiga sahabat Rasulullah SAW tersebut untuk sebuah tekad, pembunuhan yg telah mereka rencanakan.

Untuk selanjutnya, kita tinggalkan dulu kisah Al-Burak dan 'Amr bin Bukair, Karena disini dalam artikel singkat ini, hanya akan meriwayatkan perjalanan Ibnu Muljam Al-Muradi dalam kisah wafatnya Ali bin Abi Thalib Radiallahu 'anhu.

Ibnu Muljam Al-Muradi datang ke Kufah. Dengan menampakkan banyak kebaikan, Rajin ibadah serta menyembunyikan rencana jahatnya untuk membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan sembunyi-sembunyi, dia temui dan kumpulkan antek-antek Khawarijnya dalam waktu yang cukup lama, dia matangkan rencana jahatnya, dia siapkan pedang, yg sangat tajam yg direndam dalam racun untuk memuaskan hawa nafsu biadabnya, Demikianlah setan membisikkan kesesatan dan kegelapan di relung hatinya.


"Wafatnya Ali Bin Abi Thalib"

Malam Jum'at, sekitar17 Ramdahan 40H adalah waktu yang direncanakan Ibnu Muljam untuk membunuh Ali Bin Abi Thalib, Keluarlah orang yang paling hina ini (Ibnu Muljam Al-Muradi) untuk mewujudkan rencana busuknya, di tengah keheningan akhir malam, dia dapati Ali bin Abi Thalib sedang berjalan dengan penuh ketawadhu'an kepada Allah SWT, dan penuh kecintaan pada Rabbul 'Alamin, Pada saat itu Ali bin Abi Thalib keluar rumah dan menuju masjid dalam keadaan lebih awal dari biasanya dengan tujuan untuk mengajak kaum muslimin melaksanakan shalat shubuh berjamaah, untuk berdiri dan bersimpuh di hadapan Allah SWT sebagai bentuk penghambaannya. Wajah yg bersinar dan hati yg hidup tampak dari sosok manusia calon syuhada (menantu Rasulullah SAW ini), Beliau berjalan menuju saat-saat yang telah Allah SWT tetapkan pada kewafatannya. Dengan tiba-tiba, Ibnu Muljam menebaskan pedangnya dengan penuh kekuatan ke arah Ali bin Abi Thalib tepat mengenai kening (yang pernah diisyaratkan Rasulullah SAW dengan telunjuk beliau yang mulia), "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un" Pedang yg sangat tajam dan beracun telah mengenai kening Ali bin Abi Thalib, Bukan hanya sekadar goresan, namun luka yg sangat dalam hingga mencapai ubun-ubun beliau, Semoga Allah SWT meridhai-Nya, Kening yg senantiasa bersujud kepada Allah SWT, Kening yang dipandang Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan kasih sayang, Kening yang telah penuh dengan debu jihad bersama Rasulullah SAW, Kening yang telah dijamin selamat dari api neraka, kini disambar pedang Ibnu Muljam, Darah pun bersimbah. Awan kelabu meliputi Kufah, menorehkan kepedihan dalam catatan sejarah Islam.

Allah SWT menetapkan syahid bagi beliau dan menetapkan kecelakaan dengan secelaka-celakanya bagi Ibnu Muljam, Sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Dan manusia yang paling celaka dari umat ini adalah orang yang membunuhmu, wahai Ali..!". Ketika pedang itu mengenai Ali bin Abi Thalib, beliau berseru: "Jangan biarkan orang ini lepas...!" Orang-orang yang mendengar seruan Ali bin Abi Thalib bergegas mengejar menangkap Ibnu Muljam Al-Muradi.

Malam Ahad, Sebelas hari tersisa dari bulan Ramadhan sekitar tahun 40H, wafatlah Ali bin Abi Thalib, Beliau dimandikan oleh kedua putranya, Al-Hasan dan Al-Husain (dua cucu Rasulullah SAW) serta Abdullah bin Ja'far (keponakannya), dan dikafani dengan tiga lembar kain tanpa memakai gamis, sebagaimana Rasulullah SAW dikafani. Ali bin Abi Thalib dibunuh dalam keadaan menuju shalat shubuh, Meninggal dalam usia yg ke 63 setelah 4 tahun 8 bulan 22 hari menjadi khalifah yg ke 4, Subhanalloh.... Walhamdulillah, Lailaha illallohu wallahu akbar, walahaula walaquwwata illa billahil 'aliyyil Adzim....

Sahabat B&B yg sama-sama mencari keridhoan Allah SWT, Demikianlah Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib yg ane ketahui, Ane cukupkan sekian dulu postingan singkat ini, Semoga bermanfa'at, Mohon ma'af atas segala kesalahan dan kekeliruan yang terdapat didalam artikel dan blog ini, Tak lupa ane ucapkan Terimakasih yang sebanyak² nya atas waktu yang telah anda luangkan untuk mengunjungi dan memabaca artikel yang terdapat didalam blog ini, Ane tunggu komentar, saran, dan masukannya untuk kemajuan dan perbaikan blog ini. Wassalamu 'alaikum Wr, Wb... 

 Untuk melihat Daftar isi dan Postingan lainnya KLIK DISINI 

Kembali Ke Halaman Utama KLIK DISINI