Showing posts with label B&B. Show all posts
Showing posts with label B&B. Show all posts

Saturday, December 27, 2014

Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Ali Bin Abi Thalib


Assalamu 'alaikum, Wr, Wb...,

Selamat datang semuanya di Blog Berbagi dan Bersilaturahmi (B&B) www.yokiwahidin.blogspot.com sebelumnya ane ucapkan terimakasih yg sebanyak - banyaknya kepada siapa saja yg telah menyempatkan waktunya untuk mampir atau berkunjung ke blog sederhana ini, Salam kenal dari Ane "Yoki Wahidin" Admin di Blog ini, Semoga Blog ini bermanfaat khususnya buat Ane Pribadi umumnya buat semua sahabat "Berbagi dan Bersilaturahmi" dimanapun anda berada, Amin Ya Robbal 'alamin...,

Sahabat B&B yg berbahagia, Setelah beberapa hari yg lalu Ane memposting tentang sejarah Ringkas Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A, Umar Bin Khattab R.A, dan Utsman Bin Affan R.A, Insya Alloh pada kesempatan kali ini Ane akan lanjutkan dengan memposting sejarah Ringkas Ali Bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah Untuk melengkapi Sejarah Ringkas Sahabat Kulfaur Rasyidin, yg insya Alloh artikel ini pun akan digunakan sebagai bahan materi makalah pada "Pesantren Kilat Liburan Ikatan Santri Madrasah Al-Amanah (ISMA) Masjid Agung Buahbatu Kota Bandung" yg dilaksanakan dari tgl 29 Desember 2014 s.d 4 januari 2015. Baiklah Sahabat B&B untuk menghemat energi dan biaya hehehehe....... Kita langsung saja menuju kepada artikelnya, Artikel ini Ane beri judul "Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Ali Bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah" Semoga bermanfaat dan mohon Maaf yg sebesar besarnya bila dalam artikel ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, maklum Ane juga masih dalam tahap belajar, hehehe...... (Admin: Yoki Wahidin)


......................................................


"Sekilas Tentang Ali Bin Abi Thalib"

Ali Bin Abi Thalib lahir sekitar 13 Rajab 581M, Dua belas tahun lebih muda dari Rasulullah SAW, Nama lengkap beliau adalah Ali bin Abi Thalib, bin Abdi Manaf, bin Abdul Muththalib, bin Hasyim, bin Abdi Manaf, bin Qushay, bin Kilab, bin Murrah, bin Ka'ab, bin Luay, bin Ghalib, bin Fihr, bin Malik, bin An-Nadhar, bin Kinanah, Abul Hasan. Beliau adalah keponakan sekaligus menantu Rasulullah SAW (Suami dari puteri Puteri Rasulullah SAW yg bernama Fathimah az-Zahra). Ibu Ali bin Abi Thalib adalah Fathimah, binti Asad, bin Hasyim, bin Abdi Manaf, bin Qushay. Ali bin Abi Thalib memiliki beberapa orang saudara laki-laki yaitu: Thalib, Aqiel dan Ja'far. Mereka semua lebih tua dari Ali bin Abi Thalib, Masing-masing terpaut sepuluh tahun. Ali bin Abi Thalib memiliki dua orang saudara perempuan yaitu: Ummu Hani' dan Jumanah. Keduanya adalah puteri Fathimah binti Asad, Ayah beliau (Abu Thalib) adalah paman kandung yang sangat menyayangi Rasulullah SAW namun Abi Thalib tidak beriman kepada Rasulullah SAW Bahkan mati dalam keadaan belum masuk islam, Ali bin Abi Thalib adalah termasuk kepada sahabat Asabiqunal Awwalun dan Khulafaur Rasyidun.

Menurut ahli sejarah islam, meriwayatkan bahwa Ali Bin Abi Thalib merupakan bocah (Anak Kecil) yang pertama kali masuk Islam, sebagaimana halnya dengan Siti Khadijah (Istri Rasulullah SAW yg pertama) adalah wanita yang pertama kali masuk Islam, Zaid bin Haritsah adalah budak yang pertama kali masuk Islam, Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah lelaki merdeka yang pertama kali masuk Islam. Ali bin Abi Thalib Memeluk Islam dalam usia sangat muda (Masih bocah) disebabkan karena beliau berada di bawah tanggungan / asuhan Rasulullah SAW, Yaitu pada saat penduduk Mekah tertimpa masa paceklik dan kelaparan, Rasulullah SAW mengambil beliau dari ayahnya dan merawatnya. Dan dari mulai saat itulah Ali bin Abi Thalib hidup bersama Rasulullah SAW. Ketika Allah SWT mengutus beliau (Muhammad SAW) menjadi seorang Rasul yg membawa kebenaran, Siti Khadijah serta yg tinggal satu rumah dengan Rasulullah SAW, termasuk di dalamnya adalah Ali bin Abi Thalib, segera memeluk Islam. Setelah itu masuk islamlah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan sahabat yg lainnya.

Disebabkan karena Ali bin Abi Thalib sudah hidup dari kecil bersama Rasulullah SAW, jadi tidak heran jika beliau memiliki kepribadian baik dan berakhlak yang mulia, karena sejak kecil Ali bin Abi Thalib sangat dekat dan diperhatikan sekali perkembangannya oleh Rasulullah SAW. Ali bin Abi Thalib adalah orang shaleh, Adil dalam segala hal, tegas dalam segala urusan, Ahli dalam bidang kemiliteran dan mampu menggunakan alat-alat perang terutama dalam menggunakan pedang. Karena kepandaiannya itu sehingga banyak orang-orang kafir Quraisy yang mati di ujung pedangnya dalam peperangan. Ketika Utsman bin Affan menjadi Khalifah menggantikan Khalifah Umar bin Khattab. Ali bin Abi Thalib pun menyetujuinya,
Kematian Khalifah Utsman bin Affan ditangan pemberontak membuat pusat pemerintahan Islam di Madinah tidak menentu dan suasana pada saat itu menjadi resah, disamping itu para pemberontak masih bebas berkeliaran baik itu pemberontak dari Mesir, Kuffah, ataupun dari Basrah. Dalam keadaan seperti ini penduduk Madinah pada saat itu terbagi menjadi beberapa golongan diantaranya:


  1. Golongan pemberontak yang menobatkan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah menggantikan Utsman bin Affan, Beberapa sahabat pun terpaksa ikut mendukung karena takut kepada ancaman dan kekejaman para pemberontak itu, seperti Talhah dan Zubeir.
  2. Golongan yang menuntut balas atas kematian Utsman bin Affan yaitu dari keluarga Umayyah yang dipimpin oleh Gubernur Syam (Irak).
  3. Golongan yang menentang pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah ke empat menggantikan Khalifah Umar bin Khattab, karena belum disetujui sepenuhnya oleh umat Islam secara utuh. 
  4.  

  ''Keutamaan Ali Bin Abi Thalib''

Ali bin Abi Thalib adalah sahabat yg terkenal sebagai salah satu sahabat pemberani, hingga Rasulullah SAW menugaskan beliau untuk tidur di rumah Rasulullah SAW, saat Rasulullah SAW akan berangkat hijrah ke Madinah, di tengah kepungan pemuda-pemuda Quraisy yang pada saat itu telah siap dengan pedang-pedang tajam semangat yg tinggi untuk membunuh Rasulullah SAW. Pada bulan Ramadhan, tahun ke 2 Hijriyah, Ali bin Abi Thalib ditugaskan membawa panji perang Badar, sebuah peperangan dahsyat yang telah mengukir kejayaan Islam. Pada tahun 7 Hijriyah, Rasulullah SAW kembali memberi kepercayaan kepada Ali bin Thalib untuk kembali memegang bendera perang Khaibar.

Ali bin Abi Thalib adalah sosok yang masyhur dalam kefasihan dan ketajaman bicara, hingga Rasulullah SAW memercayainya untuk menyampaikan ayat-ayat Al-Qur'an dari awal surat Al-Bara'ah (At-Taubah) kepada orang-orang kafir Quraisy di musim haji tahun 9H. Ali bin Abi Thalib selalu menyertai Rasulullah SAW dalam semua peperangan, kecuali pada saat perang Tabuk (Ali bin Abi Thalib tidak mengikutinya) karena Rasulullah SAW memberi kepercayaan kepadanya untuk menggantikan posisi Rasulullah SAW di Madinah, suatu amanah yang besar tentunya karena harus mempertanggung jawabkan Madinah ketika ditinggalkan Rasulullah SAW mengikuti perang Tabuk, Sempat Ali bin Abi Thalib merasa bersedih karena tidak bisa menyertai Rasulullah SAW berperang, Tapi beliau tetap tunduk dan Patuh terhadap perintah Rasulullah SAW sebagai pemimpinnya.

Sebenarnya masih banyak lagi keutamaan dari Ali bin Thalib, tapi disini Ane hanya menulis sebagian kecil dan diantaranya saja dari keutamaan-keutamaan Ali bin Abi Thalib yg bisa tertuliskan dalam artikel ini .


"Detik-detik akhir masa kepemimpinan Ali Bin Thalib"

Peperangan besar (Nahrawan) antara Ali bin Abi Thalib dan firqah Khawarij yg terjadi pada sekitar tahun 39H, Menyisakan api dendam, fitnah dan bara kebencian di dalam dada para khawarij (Khawarij adalah kelompok yg awalnya mendukung namun akhirnya memberontak) Dalam peperangan besar ini, Ali bin Abi Thalib menumpas habis sebagian besar Khawarij. Sesuai dengan perintah Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib berkata di hari ketika terjadinya perang Nahrawan "Aku diperintah oleh Rasulullah SAW untuk memerangi Al-Mariqin (orang-orang yang keluar), dan mereka itu adalah Al-Mariqin."

Sisa-sisa para Khawarij yang berhasil melarikan diri dari perang Nahrawan lari dengan membawa kebencian yg sangat dalam kepada Ali bin Abi Thalib dan islam, hingga kemudian mereka melakukan suatu pertemuan rahasia untuk merencakan pembunuhan terhadap Ali Bin Abi Thalib.

Demikianlah ketentuan Allah SWT atas hamba-Nya yang beriman. Allah SWT menetapkan cobaan sesuai kadar keimanan hambanya. Allah SWT akan menjadikan wafatnya 'Ali bin Abi Thalib sebagai musibah yang mengangkat beliau kepada derajat tinggi dan mulia di sisi Allah SWT. Sebenarnya Jauh-jauh hari sebelum peristiwa pembunuhan Ali bin Abi Thalib terjadi. Rasulullah SAW telah mengabarkan kepada Ali bin Abi Thalib tentang musibah yang akan menimpanya kelak. Beliau (Rasulullah SAW) telah bersabda: "Orang yang paling binasa dari umat terdahulu adalah penyembelih unta (dari kaum Nabi Shalih), Dan manusia yang paling celaka dari umat ini adalah orang yang membunuhmu, Wahai Ali," Seraya Rasulullah SAW menunjuk kening Ali Bin Abi Thalib, letak dari anggota tubuh Ali Bin Abi Thalib yg akan terkena tebasan pedang pembunuhnya nanti (Haditsini diriwayatkan Ibnu Sa'd dalam "Ath-Thabaqatul Kubra" (3/35) dengan sanad mursal, akan tetapi memiliki syawahid (penguat-penguat) dari hadits lain. Hadits di atas ini adalah kabar akan kewafatannya 'Ali bin Abi Thalib dalam keadaan syahid, sekaligus sebagai hukum kesesatan bagi mereka yang telah membunuh Ali bin Abi Thalib.


"Rencana Pembunuhan Khalifah Ali Bin Abi Thalib"

Kesesatan dan kegelapan telah menutupi hati para Khawarij hingga mereka sudah tidak bisa lagi membedakan kebenaran dan kesesatan, Sehingga mereka menganggap Ali Bin Abi Thalib pantas dibunuh hanya karena kebencian dan balas dendam mereka terhadap islam dan Ali bin Abi Thalib.

Pada saat itu ada tiga orang Khawarij, yaitu Abdurrahman bin Muljam Al-Muradi, Al-Burak bin Abdillah At-Tamimi dan 'Amr bin Bukair at-Tamimi, mereka berkumpul di Mekah, membuat kesepatakan bersama dan bertekad bulat untuk membunuh tiga shahabat mulia Rasulullah SAW, yaitu: Ali bin Abi Thalib, Mu'awiyah bin Abi Sufyan, dan 'Amr bin Al-Ash.

Demikianlah apabila hati telah mengeras dan hidayah Allah SWT telah dijauhkan dari seorang manusia. Mereka merencanakan untuk membunuh ketiga sahabat mulia ini hanya karena dendam terhadap islam dan Ali bin Abi Thalib, Rencana busuk itupun mereka mulai, Segala jalan akan mereka tempuh untuk menyingkirkan dan melenyapkan sahabat - sahabat mulia yang mereka benci ini. Kesepakatan dalam pertemuan rahasia tersebut adalah, Abdurahman bin Muljam bertugas untuk membunuh Ali bin Abi Thalib, Al-Buraq bertugas membunuh Mu'awiyah, dan 'Amr bin Bukair bertugas membunuh 'Amr ibnul 'Ash.
Demikianlah pembicaraan dan kesepakatan mereka pada saat itu.

Kekejian telah mereka sepakati, tekad bulat dan sesat telah mereka tetapkan, dan mereka semua telah berjanji untuk tidak saling mengkhianati dalam misi pembunuhan sahabat-sahabat ini sampai berhasil membunuhnya, atau harus terbunuh dalam menunaikan misi keji ini. Hati mereka telah terkunci, akal sehat mereka telah diliputi kesesatan yg sangat nyata dan syetan pun telah menguasai hati mereka. Kemudian pergilah mereka bertiga melangkahkan kaki menuju negeri kediaman tiga sahabat Rasulullah SAW tersebut untuk sebuah tekad, pembunuhan yg telah mereka rencanakan.

Untuk selanjutnya, kita tinggalkan dulu kisah Al-Burak dan 'Amr bin Bukair, Karena disini dalam artikel singkat ini, hanya akan meriwayatkan perjalanan Ibnu Muljam Al-Muradi dalam kisah wafatnya Ali bin Abi Thalib Radiallahu 'anhu.

Ibnu Muljam Al-Muradi datang ke Kufah. Dengan menampakkan banyak kebaikan, Rajin ibadah serta menyembunyikan rencana jahatnya untuk membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan sembunyi-sembunyi, dia temui dan kumpulkan antek-antek Khawarijnya dalam waktu yang cukup lama, dia matangkan rencana jahatnya, dia siapkan pedang, yg sangat tajam yg direndam dalam racun untuk memuaskan hawa nafsu biadabnya, Demikianlah setan membisikkan kesesatan dan kegelapan di relung hatinya.


"Wafatnya Ali Bin Abi Thalib"

Malam Jum'at, sekitar17 Ramdahan 40H adalah waktu yang direncanakan Ibnu Muljam untuk membunuh Ali Bin Abi Thalib, Keluarlah orang yang paling hina ini (Ibnu Muljam Al-Muradi) untuk mewujudkan rencana busuknya, di tengah keheningan akhir malam, dia dapati Ali bin Abi Thalib sedang berjalan dengan penuh ketawadhu'an kepada Allah SWT, dan penuh kecintaan pada Rabbul 'Alamin, Pada saat itu Ali bin Abi Thalib keluar rumah dan menuju masjid dalam keadaan lebih awal dari biasanya dengan tujuan untuk mengajak kaum muslimin melaksanakan shalat shubuh berjamaah, untuk berdiri dan bersimpuh di hadapan Allah SWT sebagai bentuk penghambaannya. Wajah yg bersinar dan hati yg hidup tampak dari sosok manusia calon syuhada (menantu Rasulullah SAW ini), Beliau berjalan menuju saat-saat yang telah Allah SWT tetapkan pada kewafatannya. Dengan tiba-tiba, Ibnu Muljam menebaskan pedangnya dengan penuh kekuatan ke arah Ali bin Abi Thalib tepat mengenai kening (yang pernah diisyaratkan Rasulullah SAW dengan telunjuk beliau yang mulia), "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un" Pedang yg sangat tajam dan beracun telah mengenai kening Ali bin Abi Thalib, Bukan hanya sekadar goresan, namun luka yg sangat dalam hingga mencapai ubun-ubun beliau, Semoga Allah SWT meridhai-Nya, Kening yg senantiasa bersujud kepada Allah SWT, Kening yang dipandang Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan kasih sayang, Kening yang telah penuh dengan debu jihad bersama Rasulullah SAW, Kening yang telah dijamin selamat dari api neraka, kini disambar pedang Ibnu Muljam, Darah pun bersimbah. Awan kelabu meliputi Kufah, menorehkan kepedihan dalam catatan sejarah Islam.

Allah SWT menetapkan syahid bagi beliau dan menetapkan kecelakaan dengan secelaka-celakanya bagi Ibnu Muljam, Sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Dan manusia yang paling celaka dari umat ini adalah orang yang membunuhmu, wahai Ali..!". Ketika pedang itu mengenai Ali bin Abi Thalib, beliau berseru: "Jangan biarkan orang ini lepas...!" Orang-orang yang mendengar seruan Ali bin Abi Thalib bergegas mengejar menangkap Ibnu Muljam Al-Muradi.

Malam Ahad, Sebelas hari tersisa dari bulan Ramadhan sekitar tahun 40H, wafatlah Ali bin Abi Thalib, Beliau dimandikan oleh kedua putranya, Al-Hasan dan Al-Husain (dua cucu Rasulullah SAW) serta Abdullah bin Ja'far (keponakannya), dan dikafani dengan tiga lembar kain tanpa memakai gamis, sebagaimana Rasulullah SAW dikafani. Ali bin Abi Thalib dibunuh dalam keadaan menuju shalat shubuh, Meninggal dalam usia yg ke 63 setelah 4 tahun 8 bulan 22 hari menjadi khalifah yg ke 4, Subhanalloh.... Walhamdulillah, Lailaha illallohu wallahu akbar, walahaula walaquwwata illa billahil 'aliyyil Adzim....

Sahabat B&B yg sama-sama mencari keridhoan Allah SWT, Demikianlah Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib yg ane ketahui, Ane cukupkan sekian dulu postingan singkat ini, Semoga bermanfa'at, Mohon ma'af atas segala kesalahan dan kekeliruan yang terdapat didalam artikel dan blog ini, Tak lupa ane ucapkan Terimakasih yang sebanyak² nya atas waktu yang telah anda luangkan untuk mengunjungi dan memabaca artikel yang terdapat didalam blog ini, Ane tunggu komentar, saran, dan masukannya untuk kemajuan dan perbaikan blog ini. Wassalamu 'alaikum Wr, Wb... 

 Untuk melihat Daftar isi dan Postingan lainnya KLIK DISINI 

Kembali Ke Halaman Utama KLIK DISINI

Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Utsman Bin Affan


Assalamu 'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...,

Sahabat B&B yg Berbahgia, Setelah Beberapa hari yg lalu ane ngebut memposting Artikel-artikel Islami bertemakan Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Abu Bakar Assh-Shiddiq R.A dan Umar Bin Khattab R.A, insya Alloh kali ini Pun Ane masih akan memposting Sejarah Ringkas dari Salah Satu Sahabat Nabi yg bernama Utsman Bin Affan R.A, Baiklah Sahabat B&B untuk mempersingkat Waktu dan Kuota, hehehehe...... Kita langsung saja menuju ke Artikel Postingan "Berbagi & Bersilaturahmi Kali ini, Postingan Artikel Islami ini Ane Beri Judul "Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Utsman Bin Affan". Semoga Bermanfaat dan Tidak lupa Ane mohon maaf yg sebesar-besarnya apabila terdapat banyak kesalahan dan Kekurangan didalam Artikel Singkat ini.

"Sekilas Tentang Utsman Bin Affan"

Utsman bin Affan adalah Menantu sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW yang merupakan Khulafaur Rasyidin yang ke-3 Setelah Khalifah Umar Bin Khattab R.A. Nama lengkap beliau adalah Utsman bin affan Al-Amawi Al-Quarisyi, Lahir di Thaif Pada tahun keenam tahun Gajah (±576M) Kira-kira lima tahun lebih muda dari Rasullulah SAW. Utsman adalah putra dari Affan, bin Abu Ash bin, Umayah dan Ibunya bernama Urwah, binti Al Baidik, bin Abdul Muthalib, Utsman bin Affan berasal dari Bani Umayyah. Garis keturunan Utsman bin Affan akan bertemu dengan Rasulullah SAW pada Abdul Manaf Bin Qusyai, Jadi masih satu keturunan (Nenek moyang) dengan Rasulullah SAW. Utsman bin Affan adalah sahabat karib dari Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A.

Nama panggilan Utsman bin Affan adalah Abu Abdullah dan gelarnya Dzunnurrain (yang punya dua cahaya). Rasulullah SAW memberikan gelar Dzunnurrain kepada Utsman bin Affan karena Rasulullah SAW menikahkan dua putrinya kepada Utsman bin Affan, yaitu Siti Roqqoyah dan Ummu Kultsum. Ketika Ummu Kultsum wafat, Rasulullah SAW berkata "Sekiranya kami punya anak perempuan yang ketiga, Niscaya aku nikahkan kepada Utsman bin Affan". Dari pernikahan Utsman bin Affan dengan Siti Roqoyyah lahirlah seorang anak laki-laki. Tapi tidak sampai besar karena meninggal ketika berumur 6 tahun pada tahun 4 Hijriah.

Utsman bin Affan Menikahi 8 wanita, empat diantaranya meninggal yaitu Fakhosyah, Ummul Banin, Ramlah dan Nailah. Dari perkawinannya lahirlah 9 anak laki-laki, yaitu: Abdullah Al-Akbar, Abdullah Al-Ashgar, Amru, Umar, Kholid, Al-Walid, Sa'id dan Abdul Muluk, Dan 8 anak perempuan.
Utsman bin Affan masuk Islam atas ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A, yaitu sesudah masuk Islamnya Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Harits. Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat besar dan sahabat utama Nabi Muhammad SAW, serta termasuk pula golongan As-Sabiqunal Awwalin, yaitu orang-orang terdahulu yg masuk Islam dan beriman.

Utsman bin Affan adalah seorang saudagar yang kaya dan dermawan. Beliau adalah seorang pedagang kain yang kaya raya, kekayaannya ini beliau belanjakan guna mendapatkan keridhaan Allah SWT, yaitu untuk pembangunan umat dan ketinggian Islam. Beliau memiliki kekayaan ternak lebih banyak dari pada orang arab lainya pada saat itu. Saat kaum kafir Quarisy melakukan penyiksaan besar-besaran terhadap umat islam, maka Utsman bin Affan diperintahkan untuk berhijrah ke Habsyah (Abyssinia, Ethiopia). Pada saat itu ikut pula bersama beliau sahabat Rasulullah SAW yg lain seperti Abu Khudzaifah, Zubair bin Awwam, Abdurahman bin Auf, DLL.

Setelah itu datang pula perintah Rasulullah SAW supaya beliau hijrah ke Madinah. Maka dengan tidak berfikir panjang lagi Utsman Bin Affan pun meninggalkan harta kekayaan, usaha dagang dan barang rumah tangganya guna memenuhi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Beliau Hijrah bersama-sama dengan kaum Muhajirin yg lainya. Pada peristiwa Hudaibiyah, Utsman bin Affan dikirim oleh Rasullah SAW untuk menemui Abu Sofyan di Mekkah. Utsman bin Affan diperintahkan Rasulullah SAW untuk menegaskan bahwa rombongan dari Madinah hanya akan beribadah di Ka'bah, lalu segera kembali ke Madinah, bukan untuk memerangi penduduk Mekkah. Pada saat itu suasana kaum muslim sempat tegang ketika Utsman bin Affan tak kunjung kembali. Sehingga kaum muslimin pada saat itu sampai membuat Ikrar Rizwan (bersiap untuk mati bersama untuk menyelamatkan Utsman Bin Affan). Namun pertumpahan darah akhirnya tidak terjadi. Karena Utsman bin Affan kembali ke Madinah dalam keadaan selamat, Lalu Abu Sofyan mengutus Suhail bin Amir untuk berunding dengan Nabi Muhammad SAW. Hasil perundingan ini dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah yg terjadi pada bulan Zulqo'adah tahun 6H. Semasa Nabi Muhammad SAW masih memimpin Umat islam (Sebelum wafat), Utsman bin Affan pernah juga dipercaya oleh Rasulullah untuk menjadi walikota Madinah, sebanyak dua kali masa jabatan. Pertama pada saat terjadinya perang Dzatir Riqa dan yang kedua kalinya pada saat Rasulullah SAW sedang mengikuti perang Ghatfahan.


'’ kedermawanan Khalifah Utsman Bin Affan’’

Utsman bin Affan adalah seorang ahli ekonomi yg terkenal dan sukses, tetapi kesuksesan dan kekayaannya ini tidak membuat dia lupa diri dan menjadikannya seorang yg sombong, justru sebaliknya, Jiwa sosial beliau menjadi semakin tinggi dan berhati lembut sehingga beliau tidak segan-segan untuk mengeluarkan harta kekayaannya untuk kepentingan agama islam dan mendanai perjuangan Rasulullah SAW. Diantara beberapa contoh kedermawanan Khalifah Utsman bin Affan yg dapat tertuliskan disini antaralain adalah:
  1. Utsman bin Affan Memperluas masjid Madinah dan membeli tanah disekitar masjid itu.
  2. Utsman bin Affan menyumbangkan 1000 ekor unta, 70 ekor kuda, dan Uang sebesar 1000 dirham untuk biaya perang Tabuk, yang nilainya sama dengan sepertiga, biaya perang tersebut.
  3. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq Utsman bin
  4. Utsman bin Affan membeli sumur yg jernih airnya dari seorang Yahudi seharga 200.000 dirham yang kira-kira sama dengan harga dua setengah kilogram (2,5 kg) emas pada waktu itu, kemudian beliau mewakafkan sumur itu untuk kepentingan rakyat umum.
  5. Affan pernah memberikan gandum yg diangkut dengan 1000 ekor unta, Untuk membantu kaum miskin yg pada saat itu menderita kelaparan dan kekurangan bahan makanan dikarenakan musim kering yg berkepanjangan.
  6. Dan masih banyak lagi sifat kedermawanan khalifah Utsman bin Affan yg lainnya............

"Proses Peralihan Kekhalifahan dari Umar bin Khattab kepada Utsman bin Affan"

Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah atas dasar musyawarah dan keputusan sidang Panitia enam, yang anggotanya dipilih oleh khalifah Umar bin khatab sebelum beliau wafat. Keenam anggota panitia itu adalah: Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam dan Tholhah bin Ubaidillah.
Tiga hari setelah Umar bin khatab wafat, bersidanglah panitia enam ini. Abdurrahman bin Auff memulai persidangan dengan mengatakan siapa diantara mereka yang bersedia untuk mengundurkan diri dari calon khalifah pengganti Umar bin Khattab, Abdurrahman bin Auf lalu menyatakan dirinya mundur dari pencalonan Khalifah. Tiga orang lainnya pun menyusul. Tinggallah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Pada saat itu Abdurrahman bin Auf ditunjuk menjadi penentu, Abdurrahman bin Auf lalu menemui banyak orang untuk meminta pendapat mereka. Namun pendapat masyarakat pun terbelah. Konon pada saat itu, Sebagian besar warga cenderung memilih Utsman bin Affan. Sehingga sidangpun memutuskan Ustman bin Affan sebagai khalifah pengganti Umar bin Khattab. Utsman bin Affan di syahkan menjadi khalifah ke-3 di Masjid Nabawi pada tahun 23H / 644 M. Maka sejak saat itulah Utsman bin Affan menjadi khalifah ketiga dan yang tertua. Pada saat diangkat menjadi khalifah, Beliau telah berusia 70 tahun. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram tahun 24H. Pengumuman besar-besaran kekhalifahan Utsman bin Affan dilakukan setelah selesai Shalat dimasjid Madinah. Masa kekhalifan Utsman bin Affan merupakan masa yang paling makmur dan sejahtera. Konon menurut beberapa ahli sejarah islam mengemukakan, pada masa itu rakyatnya sampai bisa melakukan ibadah haji sampai berkali-kali. Bahkan seorang budak dijual sesuai berdasarkan berat timbangan badannya. Beliau adalah khalifah pertama yang melakukan perluasan Masjid Al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramainya umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (yaitu ibadah haji). Pada masa kekhalifahannyalah dicetuskan pula adanya polisi keamanan bagi rakyat dan membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara. Hal ini belum pernah dilakukan oleh khalifah - khalifah sebelumnya. Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khotob biasanya mengadili suatu perkara di masjid.Pada masa kekhalifahan beliau juga, khutbah Idul fitri dan Idul adha didahulukan sebelum sholat, Begitu juga adzhan pertama pada sholat Jum'at. Beliau memerintahkan umat Islam pada waktu itu untuk menghidupkan kembali tanah-tanah yang kosong untuk kepentingan pertanian umat islam.
Di masa kekhalifahannya pula, kekuatan Islam dilebarkan dan makin diperkuat pertahanannya dengan mempunyai armada laut yang tangguh untuk pertama kalinya dalam sejarah kemajuan islam. Muawiyah bin Abu Sofyan yang menguasai wilayah Syria, Palestina dan Libanon membangun armada itu, dibawah perintah khalifah Utsman bin Affan. Sekitar 1.700 kapal dipakai untuk mengembangkan wilayah ke pulau-pulau di Laut Tengah. Siprus, Pulau Rodhes digempur. Konstantinopel pun sempat dikepung pada saat itu.
Dan berikut ini adalah prestasi yang diperoleh islam pada masa Khalifah Utsman bin Affan, antara lain :

  1. Menaklukan Syiria, kemudian mengakat Mu'awiyah sebagai Gubernurnya.
  2. Menaklukan Afrika Utara, dan mengakat Amr bin Ash sebagai Gubernur disana.
  3. Menaklukan daerah Arjan dan Persia.
  4. Menaklukan Khurasan dan Nashabur di Iran.
  5. Memperluas Masjid Nabawi, Madinah dan Masjidil Haram, Mekkah.
  6. Membukukan dan meresmikan mushaf yang disebut Mushaf Utsamani, yaitu kitab suci Al-qur'an yang dipakai oleh seluruh umat islam diseluruh dunia sampai sekarang ini. Khalifah Ustman pada saat itu membuat lima salinan dari Alqur'an ini dan menyebarkannya ke berbagai wilayah dan negara Islam.
  7. Memerdekakan seorang budak Setiap hari jum'at (bila ada)

"Sebab-sebab Terjadinya Kekacauan dalam Pemerintahan khalifah Utsman bin Affan"

Pada mulanya pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan berjalan lancar. Namun karena adanya pemecatan seorang Gubernur Kufah yang bernama Mughirah bin Syu'bah yg dipecat karena kinerja yg kurang baik dan penyalah gunakan jabatan, kemudian Khalifah Utsman bin Affan menggantinya dengan Sa'ad bin Abi Waqqas (atas dasar wasiat khalifah Umar bin Khatab), Kemudian Khalifah Utsman memecat pula sebagian pejabat tinggi dan pembesar yang kurang baik lainya, pada saat itu untuk mempermudah pengaturan, dan mengisi kelowongan kursi dari para pejabat dan pembesar itu, Khalifah Utsman memutuskan untuk mengisi dan mengganti sementara dengan famili dan sahabat dekat khalifah Utsman yg kredibel (mempunyai kemampuan) dalam bidang tersebut. Akan tetapi tindakan Khalifah Utsman yg terkesan nepotisme ini, mengundang protes besar dari orang-orang yang dipecat, maka setelah peristiwa pemecatan itu, datanglah gerombolan yang sangat besar dipimpin oleh Abdulah bin Saba' yang menuntut agar pejabat dan para pembesar yang baru diangkat oleh Khalifah Utsman untuk menggantikan pejabat yg dipecat ini supaya diganti lagi atau dibatalkan. Usulan dari gerombolan yg dipimpinan Abdullah bin Saba' ini ditolak oleh khalifah Utsman. Karena beberapa alasan. Abdullah Bin Saba' adalah adalah seorang pemimpin sebuah aliran yg disebut Syi'ah.

Karena merasa sakit hati, Abdullah bin Saba' kemudian membuat propoganda (mengembangkan pemahaman) yang hebat dan membentuk semboyan anti Bani Umayah (termasuk anti Utsman bin Affan dan khalifah sebelumnya), Sehingga membuat penduduk setempat banyak yang termakan hasutan Abdullah bin Saba'. Yang akhirnya mengakibatkan, berdatangannya penduduk dari tiap daerah ke madinah dalam jumlah yg sangat besar (ribuan) untuk menuntut kepada Khalifah Utsman bin Affan, Namun tuntutan dari mereka ini tidak dikabulkan oleh khalifah Utsman karena bertentangan dengan aturan kepemerintahan yg berlaku pada saat itu, kecuali tuntutan dari orang Mesir, yaitu agar khalifah Utsman memecat Gubernur Mesir, Abdullah bin Abi Sarah, dan menggantinya dengan Muhammad bin Abi Bakar. Karena tuntutan orang mesir itu telah dikabulkan oleh khalifah Utsman, maka mereka segera kembali ke mesir, Tetapi sebelum mereka kembali ke mesir, mereka bertemu dengan seseorang yg mengaku-ngaku membawa surat yg mengatas namakan dari khalifah Utsman bin Affan. Yg isinya adalah perintah agar Gubernur Mesir yang lama yaitu Abdulah bin Abi sarah membunuh Gubernur Muhammad Abi Bakar Gubernur baru (Padahal surat itu adalah surat palsu / rekayasa yg dibuat untuk mengadu domba dan menjatuhkan khalifah Utsman), Karena itu, mereka kembali lagi ke madinah untuk meminta penjelasan tentang surat itu, dan berniat untuk membunuh Khalifah Utsman bila ternyata surat itu memang benar dari khalifah Utsman, karena mereka merasa dipermainkan dan dikhianati oleh khalifah Utsman.

Setelah surat itu diperiksa oleh Utsman bin Affan, terungkaplah bahwa sebenarnya yg membuat surat itu adalah Marwan bin Hakam. Akan tetapi suatu hal yg tidak disangka dari sebelumnya, walaupun mereka sudah tahu siapa yg membuat surat itu, mereka tetap menuntut dua hal kepada Khalifah Utsman, yaitu:

  1. Supaya Marwan bin Hakam di qishas (hukuman bunuh karena telah membunuh orang).
  2. Supaya Khalifah Utsman meletakan jabatannya sebagai Khalifah.
Kedua tuntutan orang mesir itu tidak dipenuhi oleh Utsman bin Affan dan dengan penuh kebijaksanaan Khalifah Utsman menjawab:

Jawaban untuk tuntutan pertama, "karena Marwan baru berencana membunuh dan belum benar-benar membunuh", makanya dia tidak akan dihukum qishas, Sedangkan jawaban dari tuntutan kedua, Beliau berpegang teguh pada pesan Rasullulah SAW, "Bahwasanya engkau Utsman akan mengenakan baju kebesaran, Apabila engkau telah mengenakan baju itu, janganlah engkau melepaskannya".

Setelah mengetahui bahwa khalifah Utsman bin Affan tidak mau mengabulkan tuntutan mereka, maka mereka melanjutkan dengan pemberontakan, pengintaian, dan percobaan pembunuhan kepada khalifah Utsman sampai lebih dari empat puluh hari lamanya mereka mengintai rumah Khalifah Utsman. Situasi saat itu dari hari kehari semakin memburuk. Rumah khalifah Utsman dijaga ketat oleh sahabat-sahabat beliau, seperti: Ali bin Thalib, Zubair bin Awwam, Muhammad bin Thalhah, Hasan dan Husein bin Ali bin Abu Thalib, dan muslimin yg lainnya, akan tetapi karena kelembutan hati dan kasih sayang Khalifah Utsman, beliau tetap menghadapi kondisi seperti itu dengan sabar, ikhlas, pasrah, dan tutur kata yang santun nan penuh kebijaksanaan, Khalifah Utsman tidak sedikit pun merasa takut ataupun gentar untuk tetap memperjuangkan agama Allah dan memegang teguh ajaran islam.

Hingga pada suatu hari, tepat pada waktu yg telah Allah SWT tentukan, dan Allah SWT mengizinkan hal itu terjadi, tanpa diketahui oleh pengawal-pengawal rumah Utsman bin Affan, masuklah salah seorang dari gerombolan pemberontak yaitu Muhammad bin Abu Bakar (Gubernur Mesir yang Baru) dan membunuh Utsman bin Affan yang sedang membaca Al-Qur'an. Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa yang membunuh Khalifah Utsman bin Affan adalah Aswadan bin Hamrab dari Tujib, Mesir. Riwayat lain pula menyebutkan pembunuh nya adalah Al Ghafiki dan Sudan bin Hamran.

Beliau wafat pada tanggal 12 Zulhijah 35H atau 20 Mei 655M. dalam usia 82 tahun setelah menjabat sebagai Khalifah selama 12 tahun. Beliau dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, Semoga amal ibadah dan segala perjuangan, dan pengorbanan beliau diterima Allah SWT, Amin Ya Robbal 'alamin...,

Sekian dulu Postingan Ane Tentang "Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Utsman bin Affan" Semoga bermanfaat mohon maaf yg sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekurangan yg terdapat dalam artikel singkat ini, Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamu 'alaikum Warahmatullohi Wabarokatuhu....


Lihat daftar postingan B&B lainnya KLIK DISINI
Kembali ke Halaman Utama KLIK  DISINI

Friday, December 26, 2014

Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Umar Bin Khattab



Assalamu 'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...,

Sahabat B&B yg berbahagia, Jumpa lagi nih bersama Ane di Blog sederhana ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan berbagi bersama sahabat B&B dimanapun anda berada, Setelah beberapa hari yg lalu Ane memposting "SEJARAH RINGKAS KHALIFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ R.A" insya Alloh pada kesempatan kali ini Ane masih memposting Artikel islami yg masih berkaitan dengan postingan sebelumnya, dan insya Alloh akan digunakan juga sebagai bahan makalah untuk Pesantren Kilat Liburan Semester Satu 2014 (SANLAT) yg akan dilaksanakan di Masjid Agung Buahbatu Kota Bandung tepatnya tanggal 29 S.d 5 Desember 2014. Baiklah Sahabat B&B agar tidak terlalu panjang dalam basa-basi nya hehehehe..... kita langsung saja menuju kepada artikel nya, Postingan artikel Ane kali ini akan ane beri Judul "SEJARAH RINGKAS KHULAFA-UR RASYIDIN UMAR BIN KHATTAB R.A"


"Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Umar bin Khattab''

Umar bin Khattab Adalah khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq yg bernama lengkap Umar Al-Khattab Bin Khattab, bin Nufail, bin Abdul Uzza, bin Riyah, bin Abdullah, bin Qarth, bin razakh, bin Adiy, bin Ka'ab, bin Lu'ay Al Quraisyi Al'Adawiy. Ibunya adalah Hayyah binti Jabir bin Abi Habib Al-Fahmiyah. Kakeknya Umar bin Khattab (Nufail bin Abdul Uzza) memiliki dua anak laki-laki, yaitu Khattab (Bapaknya Umar Al-Khattab) dan abdu nahm. Abdu Nahm tidak memiliki keturunan, dia terbunuh pada saat perang fijar. Umar bin khattab lahir di Mekkah pada tahun 583M, dua belas tahun lebih muda dari Rasulullah SAW, Umar bin Khattab termasuk kelurga dari keturunan Bani Suku Ady (Bani Ady). Suku yang sangat terpandang dan berkedudukan tinggi dikalangan orang-orang Quraisy pada saat itu. Umar memiliki postur tubuh yang tegap dan kuat, wataknya keras, pemberani dan tidak mengenal gentar, dan pandai berkelahi, hingga menjadikan banyak musuhnya menjadi gentar dan takut ketika berhadapan dengannya. Beliau juga memiliki kecerdasan yang luar biasa, tutur bahasanya halus dan fasih. Umar bin Khatthab adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yg dimuliakan dan berjasa besar dalam sejarah perkembangan islam. Peranan Umar bin Khattab dalam sejarah Islam sangat menonjol kerena perluasan wilayah islam, disamping dari kebijakan-kebijakan politik lain yg beliau terapkan dalam masa kepemimpinannya. Adanya penaklukan besar-besaran pada masa pemerintahan Umar bin Khattab merupakan fakta yg diakui kebenarannya oleh sejarah. Sehingga islam bisa berkembang, besar, dan menyebar luas seperti sekarang ini.

Umar bin Khatab dikenal sebagai seorang pemimpin / Khalifah yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggung jawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung sendirian dan berkeliling kota untuk mengawasi kehidupan rakyatnya. Dalam banyak hal Umar bin Khatthab dikenal sebagai tokoh yang sangat bijaksana, kreatif, bahkan genius. Keunggulan yang dimiliki Umar bin Khattab adalah karena keberanian dan ketegasannya, sehingga membuat kedudukannya semakin dihormati dikalangan masyarakat Arab, dan oleh sebab ini pulalah sehingga kaum Quraisy pada saat itu memberi gelar "Singa padang pasir", dijuluki pula "Abu Faiz" karena kecerdasan dan kecepatan dalam berfikirnya, dan Rasulullah SAW pun memberi julukan Al-Faruq (Yang dapat membedakan antara yg benar dan yg bathil) kepada Umar bin Khattab.


"Sekilas kisah perihal masuk islam nya Umar Bin Khattab"

Sebelum Umar bin Khattab masuk / memeluk islam, Beliau itu adalah salah seorang diantara yg paling keras, berani, dan tegas dalam menentang syari'at dan ajaran islam, Umar bin Khattab sebelum masuk islam adalah salah satu orang yg memusuhi Nabi Muhammad SAW dan sangat membenci sekali terhadap kaum muslimin, Bahkan tidak sedikit korban kekejaman Umar bin Khattab karena kebenciannya terhadap umat islam yg salah satunya adalah seorang muslimah bernama ZINNIRAH (Klik disini untuk Membaca Mutiara Kisah Muslimah Zinnirah) Sebelum Umar Bin Khattab masuk islam bahkan beliau sampai pernah mengubur hidup-hidup putrinya sebagai bukti dari ketegasan, keberanian, dan jiwa kepemimpinannya.

Sebenarnya terdapat banyak sekali kisah tentang peristiwa masuk Islam nya Umar bin Khattab, Namun disini Ane hanya menulis salah satu dari kisah yg paling fenomenal, Ringkas, dan mudah dipahami saja, yaitu:
Pada suatu ketika Umar bin Khattab mendengar kabar kalau saudara perempuan dan suaminya telah masuk islam, padahal pada saat itu umar adalah salah satu dari orang sangat membenci Nabi Muhammad SAW dan umat islam, Lalu Umar bergegas pergi ke rumah saudara perempuannya itu, padahal pada awalnya dia berniat untuk pergi ke kediaman Rasulullah SAW dengan tujuan untuk membunuh Rasulullah SAW.
Pada saat itu tujuan utama dan sebenarnya Umar bin Khattab adalah untuk mendatangi kediaman Rasulullah SAW dan berniat untuk membunuh Rasulullah SAW, tapi ditengah perjalanan Umar bin Khattab mendengar kabar bahwa saudara perempuannya telah masuk islam bersama suaminya, bahkan pada saat ini sedang diajarkan membaca Al-Qur'an oleh Khabbab bin Art. Dengan sangat marah sekali kemudian Umar bin Khattab menuju kerumah saudara perempuannya itu, untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut.

Ketika Umar bin Khattab sampai kerumah saudara perempuan nya itu, didapatilah kebenaran tentang kabar itu, ternyata benar saudara perempuan dan suaminya telah masuk islam dan pada saat itu sedang membaca Al-Qur'an bersama suaminya dan Khabbab bin Art. Kemudian masuklah Umar bin Khattab ke rumah saudara perempuannya itu dalam keadaan sangat marah. Tanpa bertanya dan berpikir panjang kemudian Umar langsung menendang dan menganiyaya saudara perempuanya itu. Namun karena melihat saudara perempuannya terluka akibat perbuatannya maka dia terdiam sejenak, Rasa iba dan kasih sayangnya nya pun perlahan mulai hadir kembali, menyerang, dan melumpuhkan nafsu amarah yg saat itu menguasainya. Tanpa sengaja Umar bin Khattab melihat kertas yang berisi surat Al-Qur'an yg tadi sedang mereka baca, dia hendak mengambil dan melihat surat itu namun tidak diizinkan oleh adiknya sebelum Umar bin Khattab berwudhu terlebih dahulu.

Karena pada saat itu Umar bin Khattab dilanda kepenasaranan yg sangat besar dengan ayat Al-Qur'an itu, Kemudin Umar pun berwudhu. Setelah berwudhu, kemudian Umar membaca surat tersebut yaitu penggalan surat Thoha. Dan pada saat itu datanglah hidayah dari Allah SWT kepada Umar bin Khattab, Hingga hatinya menjadi lembut dan tumbuhlah keyakinan bahwa memang benar hanya Allah SWT lah yang patut disembah dan Nabi Muhammad SAW adalah Rasul / utusan Allah.

Sebelum Umar bin Khattab masuk Islam, Rasulullah SAW pernah berdo'a supaya Salah satu dari dua Umar dimekah pada saat itu memeluk islam, Berikut adalah do'a yg diucapkan Rasulullah SAW pada saat itu
"Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai, Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam". Do'a ini diungkapkan dan diberitahukan oleh Khabbab bin Art kepada Umar bin Khattab setelah melihat Umar mendapat hidayah dari Allah SWT dan mulai meyakini akan ke Esaan Allah SWT yg berawal dari peristiwa di rumah saudarinya. Maka setelah peristiwa itu terjadi semakin menguatlah keyakinan Umar bin Khattab pada Allah SWT. dan Umar bin Khattab bergegas menemui Rasulullah SAW untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat sebagai syarat pertama untuk menjadi seorang muslim.


"Proses Pengangkatan Kahlifah Ummar Bin Khattab"

Pada hari senin tanggal 21 Jumadil Akhir 13H / 22 Agustus 634M Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat dalam usia 63 tahun, Sebelum wafat beliau telah menunjuk Umar bin Khattab untuk menjadi khalifah sebagai penggantinya. Penunjukan ini dilakukan berdasarkan pada pengalaman dan kejadian yg dialami beliau ketika peristiwa kewafatan Rasulullah SAW terjadi. Beliau khawatir kalau tidak segera menunjuk pengganti dan ajal datang menjemputnya, maka akan timbul pertentangan dan perpecahan dikalangan umat islam yg mungkin bisa terjadi lebih parah dari pada ketika peristiwa kewafatan Nabi Muhammad SAW dahulu. Dengan demikian, ada perbedaan antara proses pengangkatan Umar bin Khatab sebagai khalifah, dengan khalifah sebelumnya yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Umar bin Khattab mendapat kepercayaan sebagai khalifah kedua tidak melalui pemilihan dalam sistem musyawarah yang terbuka, tetapi melalui penunjukan atau wasiat dari khalifah sebelumnya nya yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kemudian Umar bin Khattab di bai'at / dilantik dan disyahkan menjadi khalifah oleh kaum muslimin tepatnya tahun 13H / 634M. dengan begitu secara langsung beliau diterima sebagai khalifah yang resmi dan diakui sebagai pemimpin umat islam kedua Setelah Khalifah Pertama yaitu Abu Bakar Asy Shiddiq, dan dengan demikian tadi berarti sangat jelas sekali kalau Umar bin Khattab adalah salah seorang sahabat yg termasuk kedalam golongan Khulafa-ur Rasyidin yaitu Sabat Nabi yg ditunjuk untuk memimpin umat islam.


"Perkembanagan dan kemajuan islam yang Dicapai pada masa khalifah Umar Bin Khattab" 

Selama pemerintahan Umar bin Khattab kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya (Negara yg berkuasa) yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan islam pada masa khalifah Umar bin Khattab. Sejarah islam mencatat banyak pertempuran besar yang terjadi masa awal penaklukan ini. Diantaranya pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus, 20 ribu pasukan Islam mampu mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Umar bin Khattab melakukan banyak reformasi (Perubahan sistem) secara administratif (Pembangunan kepemerintahan dengan sistem kepemimpinan wilayah dan perwakilan rakyat) dan mengontrol dari dekat kebijakan publik dan kepemerintahan, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan untuk diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638M Beliau memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Ia juga memulai proses kodifikasi (Menghimpun beberapa peraturan menjadi undang - undang) hukum Islam. Umar bin Khattab sangat dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, yang sangat berbeda sekali gaya hidup dan penampilannya dengan para penguasa lain di zaman itu, Walaupun Umar bin Khattab seorang Pemimpin besar tetapi beliau tetap hidup sangat sederhana dan selalu berbaur dengan masyarakat.

Pada sekitar tahun ke 17H, tahun ke empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Diantara beberapa perkembangan peradaban Islam pada masa khalifah Umar bin Khattab yaitu meliputi Sistem pemerintahan, politik, ilmu Pengetahuan, Sosial, Seni, Agama, DLL. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab inilah islam mulai mengalami kemajuan yg sangat pesat didalam segala hal, baik itu pemerintahan, ekonomi, politik, sosial, pendidikan, DLL. Akan tetapi seperti judul artikel diatas ini adalah sejarah ringkas, jadi Ane tidak akan menuliskan semuanya secara rinci disini, Adapun perkembangan kemajuan islam pada masa khalifah Umar bin Khattab diantaranya adalah sebagai berikut:


"Perkembangan dan Kemajuan dibidang Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan pada masa Khalifah Umar bin Khattab"

Pada masa khalifah Umar bin Khatab, sahabat-sahabat yang sangat berpengaruh dan memiliki ilmu pengetahuan sangat diperhatikan sekali oleh pemerintah, dan padaawalnya mereka tidak diperbolehkan untuk keluar dari daerah Madinah kecuali atas izin dari khalifah dan dalam waktu yang terbatas, Hal ini dilakukan Umar untuk melindungi Keamanan mereka. Jadi kalau ada diantara umat Islam yang ingin belajar ilmu hadits dan Al-Qur'an maka mereka harus pergi ke Madinah, ini berarti bahwa penyebaran ilmu dan pengetahuan para sahabat dan tempat pendidikan berpusat di Madinah. Namun dengan meluasnya wilayah Islam sampai keluar jazirah Arab, nampaknya khalifah Umar memikirkan pendidikan Islam didaerah-daerah yang baru ditaklukkan / dikuasai islam tersebut. Untuk itu Umar bin Khatab memerintahkan para panglima perangnya, apabila mereka berhasil menguasai suatu kota, hendaknya mereka mendirikan Masjid sebagai tempat ibadah dan pendidikan.

Berkaitan dengan masalah pendidikan ini, khalifah Umar bin Khatab merupakan seorang pendidik yang melakukan penyuluhan pendidikan di kota Madinah, beliau juga menerapkan pendidikan di masjid-masjid dan pasar-pasar serta mengangkat dan menunjuk guru-guru untuk tiap-tiap daerah yang ditaklukkan itu, mereka bertugas mengajarkan isi Al-Qur'an, Hadits dan ajaran Islam lainnya seperti Fiqih, Aqidah, Akhlaq kepada penduduk yang baru masuk Islam.

Meluasnya kekuasaan Islam, mendorong kegiatan pendidikan Islam bertambah besar, karena bagi mereka yang baru menganut / memeluk agama Islam tentu ingin menimba ilmu keagamaan dari sahabat-sahabat yang menerima langsung dari Nabi Muhammad SAW. Pada masa ini telah terjadi mobilitas (Pergerakan suatu penduduk dari satu daerah kedaerah yg lain) penuntut ilmu dari daerah-daerah yang jauh dari luar Madinah, karena saat itu Madinah menjadi pusat agama Islam. Gairah menuntut ilmu agama Islam inilah yang kemudian mendorong lahirnya sejumlah pembidangan disiplin keagamaan. Dengan demikian pelaksanaan pendidikan dimasa khalifah umar bin khatab lebih maju, sebab selama Umar bin Khattab memerintah Negara berada dalam keadaan stabil dan aman, ini disebabkan, disamping telah ditetapkannya masjid sebagai pusat pendidikan, juga telah terbentuknya pusat-pusat pendidikan Islam diberbagai kota dengan materi yang dikembangkan, baik dari segi ilmu bahasa, menulis dan pokok ilmu-ilmu islam lainnya.


"Perkembangan Sosial pada masa Khalifah Umar bin Khattab"

Pada masa Khalifah Umar bin Khatthab ahli Adz-dzimmah (yaitu penduduk yang memeluk agama selain Islam dan berdiam diwilayah kekuasaan Islam). Yang terdiri dari pemeluk Yahudi, Nasrani dan Majusi. Mereka mendapat perhatian, pelayanan serta perlindungan. Dan membuat perjanjian, yang antara lain berbunyi: "Keharusan orang-orang Adz-dzimah menyiapkan keperluan dan makanan bagi para tentara Muslim yang memasuki kota mereka" dengan damai dan saling menghormati. Pada masa kekhalifahannya, Umar bin Khattab sangat memerhatikan pula keadaan sekitarnya, seperti kaum fakir, miskin dan yatim piatu.


"Perkembangan bidang Keagamaaan pada masa 

Khalifah Umar bin Khattab"

Di zaman khalifah Umar bin Khattab gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan) pertama terjadi di: Ibu kota Syria, Damaskus, jatuh dan dikuasai islam tahun 635 M, dan setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Syria sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan 'Amr ibn 'Ash, dan ke Irak di bawah pimpinan Sa'ad ibnu Abi Waqqash. Iskandariah / Alexandria ibu kota Mesir ditaklukkan / dikuasai islam pada tahun 641M. Dengan demikian, Maka Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Al-Qadisiyah sebuah kota dekat Hirah di Iraq jatuh dan dikuasai islam pada tahun 637 M. Dari sana dilanjutkan ke ibu kota Persia ( Al-Madain) yang jatuh dan dikuasai islam pada tahun itu juga (637M). Pada tahun 641M Moshul pun dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir. Dalam kata lain. Islam pada zaman khalifah Umar bin Khattab semakin luas dan berkembang. Jadi dapat disimpulkan, keadaan agama Islam pada masa Umar bin Khatthab sudah mulai kondusif (mendukung) dikarenakan karena kepemimpinannya yang tegas, berani, adil, dan bijaksana. Pada masa ini pulalah Islam mulai merambah ke dunia luar, sehingga islam dapat tersebar kesetiap penjuru dunia seperti sekarang ini.


''Peristiwa Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab''

Umar bin Khattab wafat dengan jalan dibunuh oleh Abu Lulu'ah (Lukluk / Fairuz) pada saat Umar bin Khattab akan melaksanakan shalat Shubuh. Lulu'ah / Lukluk / Fairuz adalah seorang budak yg membenci islam dan Umar bin Khattab , Fairuz adalah seorang budak milik Al-Mughirah, Fairuz adalah orang Persia yang tertawan di Nahawand, yang kemudian menjadi budak Al-Mugirah bin Syu'bah, Pada saat terjadi peperangan dengan Persia yg ketika itu berhasil dikalahkan islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab.Pembunuhan ini konon terjadi karena dilatar belakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar bin Khattab. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia oleh islam dibawah kepemimpinan Umar bin Khattab padahal saat itu Persia merupakan negara adidaya (Negara yg besar, Maju, dan Kuat). Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23H / 644 M. Setelah Khalifah Umar wafat, maka jabatan khalifah diberikan kepada Utsman bin Affan.

Pada saat terjadinya peristiwa itu tepatnya hari rabu tanggal 25 Djulhijah tahun ke 23H / 644M, Sebelum matahari terbit Umar bin Khattab keluar dari rumahnya untuk mengimami shalat shubuh. Beliau menunjuk beberapa orang petugas di Masjid untuk mengatur shaf (Barisan) sebelum melaksanakan shalat berjamaah. Kalau barisan mereka sudah rata dan teratur, maka sholat sudah siap dimulai, Sebelum Shalat dimulai Umar bin Khattab selalu melihat dan memeriksa shaf pertama. Kalau ada orang yang berdiri terlalu maju atau terlalu mundur, maka diatur dengan tongkatnya. Kalau semua sudah terlihat teratur dan siap untuk melaksanakan shalat, Maka mulailah beliau bertakbir untuk memulai shalat. Pada saat itu, Baru saja beliau mulai niat shalat dan hendak bertakbir tiba-tiba muncul seorang laki-laki di depannya dan langsung menikamnya dengan khanjar (Pisau bermata dua) sebanyak tiga sampai enam kali. Hingga membuat Umar bin Khattab tersungkur dan merasakan sakit yg amat sangat dari ketajaman senjata itu.

Dalam keadaan menahan rasa sakit yang sangat itu Umar bin Khattab menoleh kepada jemaah yang lain dan membentangkan tangannya seraya berkata: "Kejarlah orang itu, dia telah menikamku" Orang itu adalah Abu Lu'lu'ah / Fairuz, budak Al-Mugirah. Rupanya Kedatangan Fairuz ke Masjid itu sengaja hendak membunuh Umar bin Khattab di pagi buta itu. Fairuz datang ke masjid dalam keadaan masjid masih sepi, kemudian dia bersembunyi di salah satu sudut Masjid dengan memegang Khanjar / pisau bermata dua yg sangat tajam, dekat dengan tempat berdirinya imam, karena dia tahu imamnya itu pasti Umar bin Khattab ,maka begitu shalat dimulai ia langsung bertindak dan melancarkan aksinya. Sesudah itu ia kabur berlari hendak menyelamatkan diri. Keadaan pada saat itu menjadi gempar dan kacau, Orang banyak berlarian mengejar hendak menangkap dan menghajar Fairuz. Tetapi Fairuz tidak memberi kesempatan dan melawan kepada siapa saja yg mendekati dan hendak menangkapnya. Fairuz membabi buta dengan senjata tajam yg ada ditangannya, menikam ke kanan kiri hingga ada dua belas orang yang terkena tikaman senjatanya itu, Pada saat Fairuz mengamuk dan membabi buta ini menyelinaplah salah seorang kearah belakang Fairuz dan menyelubungkan bajunya kepada Fairuz sambil mendorong dan menjatuhkannya ke lantai. Pada saat itu Fairuz merasa yakin kalau dirinya pasti akan dibunuh, lalu Fairuz pun bunuh diri dengan khanjar yang digunakannya untuk menikam Umar bin Khattab.

Ketika peristiwa itu terjadi, Konon Umar tak dapat berdiri karena rasa perihnya tikaman khanjar itu, dan terhempas jatuh. Sehingga suasana menjadi kacau balau ditambah dengan banyak darah yg bercucuran akibat dari peristiwa memilukan tadi sehingga membuat sholat shubuh pada waktu itu sedikit tertunda, Dalam keadaan suasana kacau balau ini para jemaah yg hadir secepatnya mengantarkan Umar bin Khattab dan beberapa orang lain yg terluka kekediamannya masing-masing dan membereskan serta membersihkan masjid karena apapun alasannya sholat shubuh yg tadi sempat tertunda harus tetap dilaksanakan. Setelah semuanya beres maka dilaksanakanlah sholat, Pada saat itu yg menjadi imam sholat shubuh itu adalah Abdur-Rahman bin Auf, Shalat dilaksanakan dengan singkat dengan bacaan surat yg pendek, karena mereka akan bergegas menuju kerumah Umar bin Khattab untuk memastikan keadaan beliau.

Setelah melaksanakan shalat shubuh, Abdur Rahman bin Auf dan jemaah yg lain langsung bergegas menuju kediaman Umar bin Khattab, Seiring terbitnya matahari pagi, berita memilukan ini pun tersebar ke seantero Madinah. Penduduk dan pemuka pemuka dari masing masing kabilah yg ingin mengetahui lebih jelas mengenai kejadian yang sangat mengejutkan itu, segera berkumpul di halaman rumah Umar bin Khattab untuk mengetahui kondisi kesehatanya. Abdullah ibnu Abbas mengungkapkan ketika peristiwa itu terjadi "Aku masih berada ditempat Umar bin Khattab dan dia belum sadarkan diri hingga mata hari terbit", Setelah siuman, sambil berbaring kemudian Umar bin Khattab bertanya: "Apakah orang-orang sudah shalat?", "Sudah", jawab Abdullah ibnu Abbas. Setelah itu Umar bin Khattab memerintahkan kepada Abdullah ibnu Abbas untuk mencari tahu siapa orang yang telah menikamnya. Kemudian Abdulah segera keluar dari rumah Umar bin Khattab untuk menemui para pemuka kabilah dan kaum muslimin yg menunggu di halaman rumah Umar bin Khattab.

"Saudara saudaraku," kata Abdullah ibnu Abbas, "Amirul mu'munin (Umar bin Khattab) ingin mengetahui apakah peristiwa ini merupakan sesuatu yg sudah kalian rencanakan?", Para pemuka kabilah yang mendengar pertanyaan tersebut menjadi kecut, dan serentak berkata, "Semoga Allah melindungi kami, kami tidak tahu, Mana mungkin itu akan terjadi, Jika kami tahu, pasti kami bersedia menebusnya dengan nyawa kami atau anak-anak kami." Kemudian Ibnu Abbas melanjutkan lagi, "Lalu siapa yang menikam Umar bin Khattab?". "Beliau ditikam oleh musuh Allah, Abu Lukluk budak Al-Mughirah bin Syu'bah," jawab mereka.
Abdullah Ibnu Abbas kembali kedalam rumah Khalifah Umar bin Khattab dan menyampaikan kabar orang yang telah menikamnya. " Alhamdulillah, aku tidak dibunuh oleh seorang muslim" kata Umar bin Khattab sambil menangis. Kemudian Umar bin Khattab berkata "Demi Allah, jika aku dapat meninggalkan dunia ini tanpa ada perkara yang memberatkanku dan tak ada apa-apa untukku, maka aku akan bahagia."
Kemudian Abdullah ibnu Abbas berkata "Ya Amirul Mukminin, Rasulullah SAW, meninggalkan dunia ini dan dia merasa bahagia denganmu, tidak ada dua orang Muslim yang berselisih berkenaan dengan kekhalifahanmu, setiap orang bahagia dengan kekhalifahanmu". Umar bin Khattab berkata "Aku tahu itu, tapi kekhalifahan ini membuatku khawatir, Wahai Abdullah, dudukkan aku", kemudian mereka mendudukkan Umar bin Khattab, Kemudian Umar bin Khattab memegang bahu Abdullah Ibnu Abbas dan berkata "Wahai Abdullah Ibnu Abbas Sahabatku, maukah kau bersaksi untukku di hari kiamat?". Abdullah berkata "Aku akan bersaksi untukmu di hari kiamat".

Kemudian Umar bin Khattab berbaring di pangkuan putranya (yg bernama Abdullah ibnu Umar). Kemudian Umar bin Khattab berkata kepada putranya (Abdullah Ibnu Umar) "Tempatkan pipiku di lantai".
Abdulah bin Umar berkata "Kenapa ayah?" sambil mengecup kening Umar bin Khattab dan menempatkan pipinya di lantai. Umar bin Khattab berkata "Jika aku ditakdirkan berada di surga, maka bantal surga lebih lembut daripada pahamu, dan jika aku ditakdirkan masuk neraka, maka kau tidak menginginkan seorang penghuni neraka di atas pahamu". Selain itu, Umar bin Khattab juga berpesan kepada anaknya agar menjual benda-benda yang dimilikinya untuk melunasi utang-piutangnya. Sebab beliau tidak ingin meninggalkan dunia dengan membawa kewajiban yang belum diselesaikan.Kemudian Umar bin Khattab berkata lagi kepada anaknya, yaitu Abdullah ibnu Umar "Ya Abdullah, pergilah dan tanyakan kepada Aisyah R.A, apakah dia membolehkanku untuk dikubur disamping Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A?".

Lalu pergilah Abdullah ibnu Umar ke kediaman Aisyah R.A, Sesampainya di kediaman Aisyah R.A kemudian dia mengetuk pintunya dan masuk ke rumah Aisyah R.A. Ternyata Aisyah R.A sedang menangis, Abdullah Ibnu Umar memberikan salam dan kemudian bertanya pada Aisyah R.A "Umar bin Khattab meminta untuk dikuburkan di samping Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, apakah anda mengizinkannya?". Kemudian Aisyah R.A berkata "Aku sudah memesan tempat itu untuk diriku, karena Rasulullah SAW adalah suamiku dan Abu Bakar adalah ayahku, tapi aku akan ikhlas memberikannya kepada Umar bin Khattab". Setelah mendengar jawaban dari Aisyah R.A maka kembalilah Abdulah ibnu Umar kerumahnya untuk menyampaikan jawaban Aisyah R.A kepada Umar bin Khattab.

Ketika Abdullah ibnu Umar datang, Umar bin Khattab sedang berbaring tetapi setelah beliau melihat Abdullah ibnu Umar datang, Umar bin Khattab berkata "Dudukkan aku", Kemudian mereka mendudukkannya, lalu Abdullah ibnu Umar memasuki ruangan dan berkata "Wahai ayahku, keinginanmu dikabulkan." Kemudian Umar bin Khattab berkata "Aku tidak punya keinginan apapun melebihi itu, Ketika aku meninggal dan kau membawaku untuk dikuburkan, tanyakan kepada Aisyah R.A sekali lagi, mungkin karena statusku dia merasa keberatan untuk memberikanku tempat itu. Tanyakanlah lagi, dan jika dia setuju, maka kuburkan aku disana, kalau tidak, maka kuburkan aku di pemakaman umat Muslim".

Beberapa hari setelah peristiwa penikaman itu, Umar bin Khatab wafat dan menyisakan duka mendelam dikalangan umat islam. Seandainya Kematian Umar bin khatab tidak melalui proses seperti itu, mungkin kesedihan tidak akan berlarut-larut, Tapi tentunya semua itu adalah Takdir dan Ketentuan dari Allah SWT, yg telah ditetapkan Nya, Terlepas dari bagaima kondisi islam sepeninggalan Umar bin Khattab dan Proses Kewafatannya, Tetap harus dikatakan dan disyukuri bahwa islam telah mencapai kegemilangan dan kemajuan pesat pada saat itu, dan tentunya ini tidak dapat dilepaskan dari peran Umar bin khatab.

Umar bin Khattab wafat pada hari Sabtu 28 djulhijah 23H / 644M dan dimakamkan pada hari Ahad 29 djulhijah 23H / 644M di samping makam Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A dan Rasulullah Muhammad SAW.

Demikian tadi Artikel Singkat tentang "Sejarah Ringkas Sahabat Nabi Umar bin Khattab" Semoga bermanfa'at dan mohon maaf atas segala kesalahan atau kekurangan yg terdapat dalam Artikel ini, Wabillahi Taufik Walhidayah, Wassalamu 'alaikum Warahmatullohi Wabarokatuhu....


Lihat daftar postingan B&B lainnya KLIK DISINI
Kembali ke Halaman Utama KLIK  DISINI